Subangkit Ingin Striker PSIS Lebih ‘Kejam’

METROSEMARANG.COM – Pelatih PSIS Subangkit masih percaya striker yang dimiliki tim Ibukota Jateng akan mencetak banyak gol musim ini. Eks juru racik Mitra Kukar itu juga ingin barisan penyerang lebih ‘kejam’ di mulut gawang lawan.

Hari Nur masih menunggu kesempatan mengakhiri puasa gol musim ini. Foto: metrosemarang.com

PSIS mengukir start sempurna di tiga pertandingan Liga 2. Sragen United menjadi korban teranyar Johan Yoga cs yang dipaksa pulang dengan kekalahan 1-2, Kamis (4/5) kemarin.

Sejauh ini armada racikan Subangkit sukses menjaringkan lima gol ke gawang lawan. Di mana M Ridwan menjadi pemain paling produktif dengan torehan dua gol dan dua assist. Sedangkan tiga gol lainnya dibagi rata oleh Haudi Abdillah, Johan Yoga dan M Yunus.

Dari lima gol tersebut hanya satu yang diceploskan oleh striker atas nama Johan Yoga. Maka cukup wajar jika sorotan diarahkan pada barisan penyerang Mahesa Jenar. Selain Johan, stok striker PSIS musim ini masih ada Hari Nur Yulianto, Erik Dwi Ermawansyah plus youngster Albi Lanju Pamungkas.

Meski masih seret gol, namun Subangkit dengan tegas menepis anggapan lini serangnya mandul. Menurutnya ada banyak faktor yang turut memengaruhi produktivitas juru gedor PSIS.

“Bagi saya tidak ada istilah mandul karena hasil akhirnya kami selalu dapat tiga poin. Dari tiga pertandingan tim ini juga menghasilkan banyak peluang. Kenapa sulit cetak gol karena lawan selalu melakukan marking ketat pada striker kami atau kiper mereka bermain bagus,” kata dia, Jumat (5/5).

Pelatih 57 tahun ini optimistis keran gol penyerangnya akan mengalir seiring makin banyaknya pertandingan. Dia hanya meminta pemainnya bisa lebih ‘kejam’ saat mengeksekusi peluang dan hanya fokus pada pertandingan.

“Saya kira tidak ada masalah dengan striker kami. Yang jelas kami selalu memberi porsi finishing dalam setiap sesi latihan,” tegasnya.

Jika dibandingkan musim sebelumnya, sebenarnya produktivitas gol PSIS musim ini juga tidak buruk-buruk amat bahkan lebih bagus. Di gelaran Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016, PSIS hanya mampu menjaringkan dua gol dari tiga pertandingan awal, di mana dua laga pertama berakhir dengan skor kacamata.

Hari Nur dan Johan Yoga yang menjadi tumpuan di lini serang baru bisa mencetak gol di pekan ketiga. Setelah Hari memborong dua gol kemenangan atas PSIM, di pekan kelima giliran Johan mengamuk dan memberondong gawang Persijap Jepara dengan empat gol.

Bahkan, di akhir musim Johan mencatatkan diri sebagai penyerang tersubur ISC B dengan torehan 14 gol. Sedangkan Hari Nur mengakhiri musim dengan donasi enam gol dan empat assist.

Johan Yoga menjadi tumpuan PSIS mendulang gol. Foto: metrosemarang.com

Musim ini Johan Yoga sudah membuka rekening golnya saat PSIS membungkam Persipur Purwodadi 2-1 di pekan perdana. Sementara Hari Nur baru mengkreasi satu assist untuk gol M Ridwan ke gawang Sragen United. Pada pertandingan kemarin, jebolan Tim PON Jateng itu sekurangnya mendapat lima peluang, terbanyak dibanding pemain lainnya.

Subangkit pun mengapresiasi kerja keras anak asuhnya dan menilai pemainnya terus berkembang sebagai sebuah tim. “Tidak masalah siapa yang cetak gol yang penting tim menang. Koletivitas juga makin meningkat. Pemain lain dituntut harus lebih aktif membuka ruang ketika striker dimatikan,” tukasnya.

Di pekan selanjutnya, PSIS akan mendapat ujian berat saat harus menyambangi markas PSIR Rembang pada Kamis (11/5) mendatang. Setelah itu skuad Mahesa Jenar bakal menjamu PPSM Magelang di Jatidiri, Kamis (18/5), sebelum kompetisi memasuki masa libur Puasa dan Lebaran. (twy)

You might also like

Comments are closed.