Sudah 3 Minggu, Warga Deliksari Kekurangan Air Bersih

 

Salah seorang warga Deliksari mengantre untuk mendapatkan air bersih. Foto Metrosemarang/ilyas aditya
Salah seorang warga Deliksari mengantre untuk mendapatkan air bersih. Foto Metrosemarang/ilyas aditya

SEMARANG – Kekeringan mulai terjadi di sebagian wilayah Kota Semarang. Di Kampung Deliksari, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, masyarakatnya sudah mulai merasakan kesulitan air. Warga di sana terpaksa harus mengantri atau bahkan membeli untuk mendapatkan air bersih.

Menurut warga, kesulitan air sudah terjadi kurang lebih 3 minggu terakhir. Ini dikarenakan Sendang Gayam yang merupakan satu-satunya sumber air bagi warga di wilayah tersebut, debit airnya mulai menyusut. Sehingga aliran air ke bak penampungan di kampung mereka menjadi berkurang drastis.

‘’Untuk mencukupi kebutuhan air, kami hanya dapat mengandalkan air dari sendang, namun sekarang debit airnya di sendang terus menyusur. Kami terpaksa harus bergiliran untuk mendapatkan air,’’ kata Tasmiyatun (40) warga Deliksari.

Satu-satunya sumur yang berada di kampung tersebut juga mulai mengering. Sehingga warga harus rela antri bergantian mendapatkan air dari sumur yang kedalamannya sekitar 6 meter. Satu keluarga rata-rata hanya mendapatkan 4 jerigen air untuk kebutuhan dua hari sekali.

Jika kurang warga terpaksa harus membeli air bersih sendiri air. Dengan harga per jerigen isi 30 liter sebesar Rp6.000. ‘’Itu hanya cukup untuk memasak saja. Sedangkan untuk mandi, warga terpaksa harus mengantri air sumur yang kini juga sudah mulai surut,’’ kata Jariyatun (43) warga Deliksari lainnya.

Kendala kurangnya air bersih ini, memang seolah sudah menjadi langganan bagi warga Deliksari setiap tahunnya. Ini dikarenakan kontur wilayah tersebut yang labil tanahnya dan tidak dapat menyimpan air dalam waktu lama. Sehingga saat kemarau menjadi kekeringan, dan musim hujan tanahnya bergerak.(MS-13)

You might also like

Comments are closed.