Sudah Ada Jembatan, Warga Jabungan Tak Perlu Memutar Sejauh 5 Kilometer

METROSEMARANG.COM – Orang tua siswa SDN Jabungan di Kelurahan Jabungan Kecamatan Banyumanik saat ini sudah merasa lega. Sebab anak-anak mereka tidak lagi harus menyeberang sungai ketika berangkat dan pulang sekolah.

Peresmian Jembatan Jabungan, Senin (23/10). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Hal itu setelah penantian selama 25 tahun adanya jembatan penyeberangan terwujud. Pemerintah Kota Semarang telah membangun jembatan semi permanen untuk akses ke sekolah yang diresmikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Senin (23/10).

Jembatan sepanjang 81 meter dan lebar 1,2 meter dengan penyangga besi dan dari papan itu dibangun dengan dana APBD Kota Semarang dan CSR swasta, dengan nilai total mencapai Rp 245 juta.

Tugiyono, warga RT 4 RW 2 Kelurahan Jabungan, mengaku mengapresiasi terwujudnya pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya sebelum adanya jembatan dirinya dan orang tua lainnya selalu merasa was-was dan khawatir, karena anak atau cucunya harus melintasi Sungai Keteka.

Bahkan, tidak jarang anak-anak yang tinggal di seberang sungai harus memutar untuk menuju ke sekolah sejauh 5 Km karena arus sungai sedang besar, dan terpaksa terlambat ke sekolah. Atau terpaksa anak-anak digendong orang tuanya menyeberangi sungai dengan sepatu dilepas.

”Harapkan kami Pak Wali dapat mempermanenkan jembatan ini, tidak hanya semi permanen. Supaya juga bisa dilewati dengan kendaraan bermotor karena disini tidak ada jalan lain,” katanya. (duh)

Comments are closed.