Sudah ‘Over Time’ Terompet Bikinan Joko Baru Terjual Separuh

METROSEMARANG.COM – Momentum akhir tahun selalu jadi ladang rejeki bagi pedagang terompet. Salah satunya Joko Maryono, pria asal Solo yang sudah menetap di Semarang ini bahkan telah menjadi pedagang terompet sejak enam tahun lalu.

Joko melayani salah satu pembeli terompet bikinannya di Jalan Pamularsih, Sabtu (31/12). Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Joko mengaku membuat terompetnya sendiri sejak Agustus lalu. Ia memproduksi sepuluh jenis terompet yang dijual sendiri di jalan Pamularsih. “Buat sendiri ini sekitar 400 buah,” bebernya Sabtu (31/12).

Meski tetap diminati pembeli, namun Joko mengaku pendapatannya tidak sebanyak tahun lalu. Menurutnya, tahun lalu dua hari sebelum Tahun Baru ia sudah bisa menjual separuh dari total terompet yang dibawanya. “Ini baru buka kemarin, tapi belum ada separuh yang laku,” imbuhnya.

Tahun baru yang tinggal beberapa jam saja ini bagi pedagang terompet adalah over time atau waktu yang sangat mepet dan dagangan belum habis. “Ini karena kehabisan waktu jadi bisa sampai malam, tahun lalu jam dua siang udah bisa pulang,” ujarnya.

Joko membanderol terompetnya dengan harga mulai Rp 5-35 ribu. Tapi harga bisa saja naik saat malam tiba nanti. Tahun ini terompet berbentuk naga menjadi favorit. Sementara terompet berbentuk ikan terbang ‘Indosiar’ masih kurang diminati seperti tahun lalu. “Yang selalu laris itu terompet yang biasa lempeng aja, sama naga,” tambahnya.

Joko menambahkan perkiraan ramainya pembeli akan terjadi usai pukul 14.00 siang ini. “Karena pas malam minggu jadi ramainya agak sorean nanti,” pungkasnya. (vit)

You might also like

Comments are closed.