Sudah Reot, Warga Was-was Lewat JPO Jatingaleh

JPO di depan Pasar Jatingaleh ini dianggap sudah tidak layak dan membahayakan pengguna jalan. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
JPO di depan Pasar Jatingaleh ini dianggap sudah tidak layak dan membahayakan pengguna jalan. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

 

METROSEMARANG.COM – Jembatan penyeberangan Orang (JPO) Jatingaleh semakin ramai dilewati penyeberang. Peningkatan ini berjalan seiring dengan dimulainya pembangunan jembatan tol untuk pembangunan Underpass Jatingaleh beberapa waktu lalu.

Namun pantauan di lapangan, kondisi jembatan kini tidak layak dan berpotensi membahayakan pengguna JPO. Terdapat beberapa lubang di pijakan JPO yang membuat pelintas bisa melihat kondisi jalan di bawahnya.

“Ngeri kalau lewat. Soalnya ada lubang. Takut kalau terperosok. Ketika angin kencang dan banyak penyeberang pun rasa-rasanya jembatan akan roboh dan reot,” ujar pejalan kaki yang hendak berbelanja ke Pasar Tradisional Jatingaleh, Sumartiningsih, Kamis (12/11).

Rencananya, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang memang akan merobohkan JPO di kawasan tersebut. Di sana terdapat tiga JPO yang akan dirobohkan karena dinilai sudah tua dan mengganggu proses pembangunan Undepass Jatingaleh.

“Satu atau dua bulan ke depan akan segera kami robohkan. Untuk pejalan kaki akan kami sediakan zebra cross dan median jalan akan kami bongkar untuk mempermudah akses pengguna jalan,” kata Kepala Dishubkominfo Kota Semarang, Agoes Harmunanto.

Proyek underpass diperkirkan akan memakan waktu sekitar 400 hari (terhitung mulai Agustus 2015 sampai Oktober 2016). PT Armada Hada Graha sudah ditetapkan menjadi pemenang lelang proyek pembangunan fisik underpass Jatingaleh dengan pagu sekitar Rp 100 miliar. (ade)

You might also like

Comments are closed.