Sudah Seminggu, Air Sungai Tapak Seperti Kecap

Air Sungai Tapak yang berwarna hitam pekat. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Air Sungai Tapak yang berwarna hitam pekat. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

METROSEMARANG.COM – Pencemaran sungai di Sungai Tapak Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Semarang semakin mengkhawatirkan. Sudah seminggu terakhir, air Sungai Tapak berwarna hitam pekat dan menimbulkan aroma menyengat. Kondisi ini diduga akibat pembuangan limbah pabrik di sekitar sungai.

Aroma tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengunjung yang ingin menikmati pesona mangrove di kawasan tersebut. Bagi yang tidak tahan, mereka harus menutup hidung dengan tangannya saat melintasi sungai tersebut. Aroma yang menyengat itu sudah mulai tercium mulai dari pintu masuk pembayaran tiket hingga ujung tempat penitipan kendaraan.

Salah satu pengunjung yang hampir setiap hari menghabiskan waktu untuk memancing di Tapak, Suryono mungungkapkan, warna pekat sungai tersebut menurut pengamatannya sudah berlangsung beberapa hari ini. “Kalau nggak salah, sudah satu minggunan, ini sudah agak mendingan, kemarin malah lebih pekat seperti kecap,” ungkap Suryono saat ditemui metrosemarang.com di kawasan wisata mangrove tapak, Sabtu (20/2) sore.

Sebagai pengunjung, Suryono mengaku sangat terganggu aroma menyengat yang membuat dadanya sesak. Dia terpaksa melepas bajunya dan digunakan sebagai penutup hidung di sepanjang perjalanan hingga keluar dari pintu pembelian tiket.

“Kalau seperti ini pencemarannya sudah keterlaluan, kalau terus-terusan seperti ini kan akan mengancam kelangsungan lingkungan. Apalagi di sini kawasan tambak yang banyak ikannya,” terang Suryono. (din)

You might also like

Comments are closed.