Sukses Kembangkan IKM, Hendi Raih Upakarti

METROSEMARANG.COM – Pelaku usaha industri kecil menengah di Kota Semarang mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam dua tahun terakhir. Terlihat dari jumlah volume usaha atau omzet seluruh pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang di tahun 2016 telah mencapai sebesar Rp 726 miliar.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto memberikan penghargaan Upakarti kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Rabu (2/8). Foto: istimewa

”Jumlah omzet pelaku usaha kecil menengah di Kota Semarang mulai tahun 2016 mengalami peningkatan yang sangat tajam, setelah di tahun-tahun sebelumnya hanya mengalami sedikit peningkatan,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Rabu (2/8).

Dia mengungkapkan, pada tahun 2012 tercatat seluruh pelaku usaha kecil menengah di Kota Semarang hanya mampu membukukan omzet sebesar Rp 314 miliar, dan pada tahun 2015 pun hanya meningkat sedikit menjadi Rp 379 miliar.

Barulah pada tahun 2016, katanya, angka tersebut meningkat sangat tajam menjadi dua kali lipat banyaknya menjadi sebesar Rp 726 miliar. Salah satu inovasi yang dilakukannya sehingga pelaku usaha industri kecil berkembang, adalah memberikan fasilitas Kredit Wibawa (Wirausaha Bangkit Jadi Jawara).

Menurut wali kota yang akrab disapa Hendi, melalui Kredit Wibawa pemerintah kota memberikan bantuan permodalan bagi pelaku industri kecil dengan bunga terkecil se-Indonesia. ”Hanya 3% per tahun, dan bahkan juga disediakan skema pinjaman tanpa angsuran,” imbuhnya.

Atas keberhasilan mengembangkan pelaku industri kecil menengah (IKM) ini, Wali Kota Hendi pun dianugerahi penghargaan Upakarti oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia di di ruang Garuda gedung Kementrian Perindustrian, Rabu (2/8).

U‎pakarti merupakan penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia kepada seseorang atas karya jasa pengabdian dan kepeloporan dalam industri kecil.

”Penghargaan Upakarti ini sangat spesial, terlebih pada malam hari sebelumnya, Selasa (1/8), kami baru saja meresmikan gedung ‘Semarang Kreatif Galery’ di Kota Lama. Gedung tersebut didirikan sebagai tempat untuk memamerkan produk hasil industri kecil dan kerajinan di Kota Semarang,” pungkasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.