Sulit Capai Target, DPKAD Revisi Target Pajak Hiburan

Yudi Mardiana Foto Metrosemarang/Ade Lukmono
Yudi Mardiana
Foto Metrosemarang/Ade Lukmono

METROSEMARANG.COM – Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Semarang mengaku kesulitan mencapai target pendapatan pajak hiburan yang sudah ditetapkan tahun ini. Target yang semula Rp 20 miliar di 2015 ini terpaksa diturunkan menjadi Rp 15 miliar saja.

DPKAD bahkan sempat ‘curhat’ dengan Komisi B DPRD Kota Semarang mengenai tingginya target pajak hiburan. Akhirnya, target pajak hiburan disetujui untuk diturunkan.

Kepala DPKAD Kota Semarang Yudi Mardiana mengatakan, banyak titik yang seharusnya berpotensi sebagai penyumbang pajak hiburan, pada tahun ini sudah tidak bisa menyetorkan pajak ke pemerintah, seperti vakumnya PSIS dan beberapa tempat Billiard yang sudah tutup.

“Target pajak hiburan tahun ini mungkin terlalu tinggi. Semestinya, target sebesar Rp 20 miliar itu untuk 2019. Jadi, akhirnya tidak bisa dikelola secara baik,” katanya, Selasa (6/10).

Selain pajak hiburan, tambah Yudi, sektor pendapatan dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) juga tidak memenuhi target karena dampak dari kelesuan ekonomi belakangan ini. (ade)

You might also like

Comments are closed.