Sumur Kering, Warga Rowosari Berebut Air Bersih

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Kemarau panjang yang terjadi tahun ini berdampak pada minimnya pasokan air bersih di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang. Warga pun berharap banyak pada dropping air bersih dari pemerintah.

Setiap kali dropping air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) ataupun PDAM, warga setempat selalu berebut karena takut kehabisan stok. “Sudah hampir tiga bulan kami kesulitan mendapat air bersih. Sumur sudah tidak keluar airnya, kali juga sudah mengering,” terang seorang warga Rowosari, Mutmainah, Jumat (31/7).

Saking butuhnya warga akan air bersih, tiap kali dropping air bersih, warga bergegas membawa ember, galon dan alat pengangkut air lainnya untuk persediaan di rumah masing-masing. Persediaan air bersih bantuan ini digunakan untuk kebutuhan konsumsi. Sedangkan untuk keperluan cuci, warga menunggu sumber air dan kali yang tak selalu ada setiap hari

Humas PDAM Tirta Moedal Joko Purwanto menjelaskan jika pihaknya berkomitmen membantu memberikan pasokan air bersih. Pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan BPPD terkait dengan bantuan bagi bencana kekeringan ini.

Hingga saat ini, pihaknya sudah mengirimkan sekurangnya 14 mobil yang berisi 5.000 liter tiap tangkinya ke daerah rawan kekeringan. “Kami minta warga mengirimkan surat permintaan bantuan air bersih, kami akan akomodir sesuai kebutuhan,” katanya.

Sedangkan untuk wilayah Rowosari dan Deliksari, pihak PDAM masih menyiapkan Rencana Pengolahan Air Minum (Rispam) yang masih digodok di pemerintah. Dia juga menyiapkan beberapa mobil tangki untuk membantu memenuhi kebutuhan warga akan air bersih.

“Untuk tahun lalu kami sediakan sekitar 20 mobil tangki untuk wilayah-wilayah kekeringan. Tapi, kalau tahun ini, kami melihat berapa kebutuhan masyarakat saja,” kata dia. (ade)

You might also like

Comments are closed.