Sungguh Bernyali, Ibu-ibu Ini Nekat Taklukkan Sungai Bodri

METROSEMARANG.COM – Jembatan penghubung di Dusun Slentho Desa Kaliputih Kecamatan Singorojo Kendal kembali putus dihantam banjir bandang Sungai Bodri, Rabu (1/3) malam. Kondisi ini tak menyurutkan nyali warga setempat untuk menyeberangi sungai yang berarus deras daripada harus memutar melintasi perbukitan.

Ibu-ibu warga Dusun Slentho nekat menyeberangi Sungai Bodri, Kamis (2/3). Foto: metrojateng.com

Ibu-ibu ini dengan hati-hati berpegangan pada tali saat menyeberangi Sungai Bodri, Kamis (2/3). Satu tangan lainnya memegang rekannya agar tidak terperosok ke sungai yang dalam dan berarus deras.

Warga mengaku nekat menyeberangi sungai karena tidak ada jalan lain untuk bisa keluar dari dusun ini. Sementara anak-anak terpaksa digendong agar tidak basah, mengingat ketinggian air cukup tinggi dan arus deras.

Menurut warga, jembatan penghubung ini putus akibat diterjang banjir bandang Rabu malam. “Hujan deras yang mengguyur wilayah atas membawa material kayu dan batu sehingga menggerus penyangga jembatan yang sifatnya masih darurat ini,” kata Arifin warga sekitar.

Mereka terpaksa menantang maut karena jalan memutar cukup jauh melintasi perbukitan dan hutan. “Kalau memutar jauh Mas, bisa setengah jam perjalanan itu lewat bukit dan hutan,” jelas Nurhasim, warga Slentho.

Kades Kaliputih, Suyoto mengatakan jembatan ini sudah empat kali putus dalam setahun terakhir. “Dua bulan silam jembatan yang masih darurat ini jebol diterjang banjir Sungai Bodri. Namun kali ini kerusakan jembatan makin parah karena banjir bandang yang terjadi Rabu malam cukup deras,” ujar Kades Suyoto.

Akibat putusnya jembatan ini, setidaknya ratusan warga terisolasi dan tidak bisa keluar dari Dusun Slentho. Putusnya jembatan ini sudah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan secepatnya akan dibuatkan jembatan darurat kembali agar akses warga bisa kembali normal. (metrojateng.com/MJ-01)

You might also like

Comments are closed.