Surga Tersembunyi di Tengah Kota Itu Bernama Curug Gondoriyo

METROSEMARANG.COM – Gemericik air terdengar sayup-sayup dari balik rumah-rumah penduduk di Kampung Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan Semarang. Udara segar dengan pemandangan asri begitu terasa tatkala menjejakkan kaki di kampung tersebut.

Curug Gondoriyo, salah satu obyek wisata potensial yang belum digarap maksimal. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Beberapa warga tampak bergegas menuruni jalan setapak untuk menuju ke sebuah air terjun yang tak jauh dari perkampungan padat penduduk tersebut. “Jalannya masih licin, karena semalam habis hujan. Jadi harus hati-hati jika mau turun ke sana,” aku Amiril Mukminin, seorang warga setempat kepada metrosemarang.com, Senin (27/2).

Air terjun tersebut dikenal warga setempat dengan nama Curug Gondoriyo, sebuah obyek wisata yang tak pernah terjamah manusia. Bila pagi hari, banyak orang memanfaatkan air terjun untuk mandi dan melakukan aktivitas setiap hari.

Curug Gondoriyo punya ketinggian lebih dari 20 meter. Tak jarang ikan-ikan menyembul keluar, menambah keunikan tersendiri di lokasi tersebut. “Kadang ada yang mandi, ada pula dipakai memancing ikan, tapi sayangnya belum banyak yang tahu lokasi ini,” jelas warga RT 03/RW 04 tersebut.

Sejauh ini, Pemerintah Kota Semarang belum melakukan penataan sama sekali pada akses masuk Curug Gondoriyo. Lokasinya dibiarkan alami layaknya surga yang tersembunyi di tengah kota. Akses jalannya masih terjal penuh lumpur. Jalan setapaknya hanya bisa dilewati satu orang. Kebanyakan baru dipoles seadanya.

Menurut Amiril, Curug Gondoriyo telah ada di kampungnya sejak puluhan tahun silam. Makanya, belasan petugas Basarnas mulai melakukan pembersihan untuk memperbaiki akses masuk menuju air terjun. “Kemarin bersih-bersih buat menyusuri muara DAS Beringin,” ungkapnya.

Kasmadi, warga lainnya menilai kesadaran untuk melestarikan air terjun terbilang masih rendah. Penduduk yang tinggal tak jauh dari lokasi itu kerap membuang sampah sembarangan. Akibatnya, tumpukan sampah muncul di beberapa titik. “Selama ini banyak warga membuang sampah dekat air terjunnya,” katanya. (far)

You might also like

Comments are closed.