Suro-suro, Cah Sukoharjo Diserbu Geng Motor di Jalan Pandanaran

image
Ilustrasi

SEMARANG – Niat hati ingin menikmati suasana tahun baru Islam dengan berkeliling di jalan-jalan kota Semarang, Andri Yunanto (20), pemuda asal Sukoharjo justru harus menelan pil pahit lantaran menjadi korban kekerasan dan perampasan oleh geng motor.

Kejadian yang dialaminya terjadi pada Sabtu (25/10) dini hari sekitar pukul 03.00. Saat itu ia dan temannya, Dian Putut Santoso (22), tengah dalam perjalan pulang menuju kosnya di jalan Kemuning, Semarang Tengah. Kemudian, saat melintasi jalan Pandanaran Semarang, ia dikagetkan dengan kemunculan sekumpulan pengendara bermotor. “Mereka 8 orang, naik empat motor. Saya langsung dilempari batu, karena takut saya lari,” tuturnya saat mengadu ke Polrestabes Kota Semarang, siang harinya.

Ironisnya, setelah berusaha lari sekitar 100 meter dari aksi penyerangan, motor yang dikemudikannya mati lantaran kehabisan bensin. Korban yang panik pun meninggalkan motor tersebut dan lari bersama temannya menuju pemukiman warga untuk bersembunyi. “Motor langsung saya tinggal, kami lari begitu saja mencari tempat ramai,” imbuhnya.

Kemudian, setelah dirasa kondisi aman, dengan ditemani warga sekitar, ia pun kembali mendatangi motor miliknya. Betapa kagetnya ia, saat mendatangi motornya, motor tersebut sudah lenyap lantaran dibawa pergi anggota geng motor yang menyerangnya.

Merasa telah menjadi korban kekerasan dan perampasan, ia pun memutuskan melaporkan kejadian yang menimpanya ke pihak yang berwajib. Akibat kejadian tersebut, motor Yamaha Mio warna putih bernopol H 6169 GQ miliknya lenyap dibawa pelaku. (Yas)

You might also like

Comments are closed.