Survei LSKP-LSI Denny JA: Ganjar Pranowo Bakal Menang Pilgub Jateng

SEMARANG – Jika tidak ada gonjang-ganjing politik, calon gubernur bernomor urut 1, Ganjar Pranowo diperkirakan bisa memenangi putaran Pilgub Jateng 2018. Hal tersebut terungkap dalam survei LSKP-LSI Denny JA yang diungkap ke publik pada Selasa (24/4).

survei LSI
Direktur LSKP-LSI Denny JA, Sunarto Ciptoharjono memaparkan hasil survei. (foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto)

Seperti diketahui, Ganjar berpasangan dengan Taj Yasin yang diusung koalisi PDIP, PPP, NasDem dan Demokrat. Sedangkan, Sudirman Said berpasangan dengan Ida Fauziyah diusung koalisi Gerindra, PKS, PAN, dan PKB.

“Kami telah menggelar metode tatap muka untuk mengumpulkan data sejak 3-10 April dengan 600 responden. Margin erornya mencapai 4,1 persen. Hasilnya, selisih suaranya Ganjar Pranowo dari survei kami sudah dua digit diatas pak Sudirman,” ungkap Direktur LSKP-LSI Denny JA, Sunarto Ciptoharjono.

Ia menjelaskan Ganjar juga unggul di semua segmen suara. Ia bilang Ganjar unggul pada segmen suara jenis kelamin, bahkan agama juga mayoritas memilih Ganjar. Survei LSI, ujarnya juga menyatakan Ganjar juga leading di kelompok umur. “Mulai 40 tahun kebawah dan 40 tahun keatas memilih Ganjar Pranowo,” imbuhnya.

Paling menonjol, basis pemilih milenial yang mencapai 42,38 persen dari seluruh pemilih. Generasi ini aktif membangun komunikasi melalui jejaring media sosial. Dari hasil pengumpulan data tersebut, LSI menyatakan perolehan suara Ganjar melampaui majic number karena sudah mencapai 50 persen diatas Sudirman Said.

“Jika tidak ada tsunami politik, maka Ganjar berpotensi memimpin lagi untuk dua periode,” paparnya. Yang dimaksud tsunami politik yaitu kejadian blunder statmen sampai munculnya kejadian-kejadian diluar perkiraan seperti aksi penangkapan yang punya efek elektroral.

Untuk basis suara Sudirman Said sendiri, LSI memperkirakan akan terpecah. Pemilih dari kader Gerindra dan PKS terbelah ke dua kandidat. Namun, secara kabupaten unggul di Kendal, Pati, Cilacap, Brebes, Kabupaten Tegal, Batang. “Suaranya berpotensi terbelah karena datanya tergolong kecil. Sedangkan Ganjar berhasil memikat pemilih nasionalis dan Muslim,” ujarnya.

Ia menyatakan Ganjar didukung 50,3 persen dan Sudirman Said didukung 10,5 persen. Sementara 39,2 persen belum menyatakan sikap. Ganjar unggul karena selisih popularitas yang mencapai 40 persen, yakni 89,5 persen berbanding Sudirman 44,2 persen. Kondisi masih sangat dinamis dan sisa waktu dua bulan.

“Terbuka kemungkinan migrasi suara, terutama jika ada blunder atau tsunami politik yang mampu mengubah persepsi secara drastis,” pungkasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.