Syuting Nini Thowok, Gesata Stella Kerasukan di Pabrik Gula Klaten

METROSEMARANG.COM – Memasuki awal tahun 2018 rupa-rupanya menjadi momentum bagi artis peran Gesata Stella untuk kembali di panggung industri film nasional. Setelah sempat mendapat apresiasi publik lewat film Sanubari Jakarta dan Nona Amalia, Gesata kali ini kembali beradu akting di film teranyar berjudul ‘Nini Thowok’.

Para pemain film ‘Nini Thowok’ saat menyapa ratusan siswa SMKN 2 Semarang untuk mempromosikan film tersebut, Rabu (31/1). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Di film bergenre horor tersebut, Gesata kebagian peran sebagai Nyonya Oey, sosok misterius penunggu sebuah losmen di Klaten. Ia mengaku banyak pengalaman berharga yang dapat dipetik dalam pembuatan film tersebut.

“Terutama saya bisa merasakan banyak kultur budaya Jateng selama proses syuting. Sebab lokasinya berada di Gondang Winangoen yang menyimpan sejarah panjang tentang pabrik gula di Klaten,” ungkapnya, Rabu (31/1).

Syuting film ‘Nini Thowok’ berlangsung selama 14 hari berturut-turut di empat lokasi. Gesata mengatakan ada kisah mistis yang tak dapat dilupakannya tatkala sedang berperan sebagai Nyonya Oek dengan latar belakang lokasi syuting di Pabrik Gondang Winangoen.

“Saya hampir tiap hari syuting di situ. Hari pertama sampai hari ketujuh saya kebagian peran flashback di cerita awal. Semula saya tidak mengalami masalah apapun ketika syuting memakai baju orang rumahan,” ungkapnya.

Kemudian rentetan panjang adegan syuting sampai hari terakhir ternyata memunculkan sebuah kejanggalan. Menurutnya saat syuting di hari ke-14, ia diminta memakai kimono ala wanita Jepang dengan untaian panjang serta wig yang cukup berat.

Tiba-tiba saat syuting berlangsung, ia merasakan dadanya mengalami sesak napas berulang kali. “Pas pake wig yang berat itulah saya bilang sama tukang make up-nya kalau saya berasa sesak napas. Terus dia nanya apa harus break dulu. Tapi saya minta tetap dilanjutin,” akunya.

Saat sejumlah adegan sedang berlangsung, lama-kelamaan sesak napas terus dirasakannya. Bahkan, ketika ia minta agar adegannya tetap diteruskan, ia mendadak hilang kesadaran.

“Banyak orang lihat saya nangis terus dua jam. Malahan tiga produser langsung ke lokasi dan memang karakter Nyonya Oey yang dirundung kesedihan ternyata merasuk di tubuh saya. Karena baru pertama kali main film horor, itu jadi pengalaman yang sangat menakutkan,” terangnya.

Namun, ia mengaku beruntung banyak kru yang membantu selama proses syuting berlangsung. Ia menyebut kerja kolektif para kru berhasil membuat syuting film ‘Nini Thowok’ tuntas dan akan dirilis 1 Maret nanti. “Ini come back saya setelah sempat kerja kantoran dan sekarang main film lagi,” tukasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.