Tabrakan Kereta vs Avanza di Grobogan Renggut Nyawa Dosen Undip

METROSEMARANG.COM – Tabrakan maut Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan minibus Avanza di perlintasan Sedadi Grobogan, Sabtu (20/5), juga merenggut dosen Universitas Diponegoro (Undip), Dr.Ir. Sri Agus Bambang Santoso M.Si. Dosen Ilmu Ternak Perah Fakultas Peternakan dan Pertanian itu termasuk satu di antara empat korban meninggal dalam kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 10.35.

Rumah duka almarhum Agus Bambang di Perumahan Dinar Mas. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Diungkapkan oleh Wakil Dekan 3 Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip, Sutopo, korban Agus Bambang dikenal sebagai dosen yang lembut dan sangat baik kepada rekan-rekannya. Kejadian itu membuat syok jajaran civitas akademika FPP Undip.

“Tadi pagi beliau itu masih komunikasi dengan saya, dia bilang mau ke Toroh. Saya pikir beliau kesana untuk kegiatan pengabdian, karena kami punya proyek juga disana dan beliau ketuanya. Pak Dekan juga belum sempat kesini, beliau masih tidak menyangka,” katanya.

Sutopo mengatakan, dia menerima kabar melalui tetangga korban, Sutrisno yang juga dosen di FPP Undip dan rumahnya terletak persis di depan rumah korban.

“Sekitar jam 13.20 WIB itu saya dapat telepon dari Pak Sutrisno, saat itu dia sudah bersama putra korban mau menjemput jenazah disana (Grobogan). Korban meninggalkan istri dan 4 anak,” bebernya.

Tetangga korban Surono, mengatakan bahwa sebelum kejadian dirinya sempat bertemu dengan korban. Ia menceritakan saat itu Agus Bambang bersama anaknya diantar menuju rumah Pak Syaiful untuk mengikuti sepasaran (tradisi hantar mempelai nikah).

Saat itu dia tak langsung menyapa ketika melihat almarhum melintas berboncengan dengan anaknya. Namun tak lama kemudian, korban kembali dengan berjalan kaki untuk mengambil mobilnya.

“Saya kan lagi di depan rumah, lihat Pak Agus itu sama anaknya naik motor ya saya tidak gubris. Tapi nggak lama beliau balik lagi kok jalan kaki, saya tanya katanya mau ambil mobil karena mau ikut rombongan Pak Syaiful ke Grobogan, mungkin karena banyak rombongan jadi harus bawa kendaraan lagi,” jelasnya.

Surono menuturkan, korban Agus Bambang dan Ihsan Ngadikan memang dikenal sebagai teman baik. Pasalnya, keduanya merupakan pengurus di Masjid Baitussalam. Agus Bambang sendiri juga merupakan ketua pengurus pemakaman di Perumahan Dinar Mas.

Dari pantauan metrosemarang.com di rumah duka, warga sekitar sudah berkumpul untuk berbela sungkawa kepada keluarga. Sedangkan, keluarga Agus Bambang masih syok dan tidak dapat dimintai keterangan. Kerabat korban menuturan, nantinya jenazah akan segera dimakamkan di pemakaman keluarga Perumahan Dinar Mas, setibanya di rumah duka.

Kecelakaan maut terjadi di KM 53/300 hingga emplasemen Stasiun Sedadi Kabupaten Grobogan sekira pukul 10.35. KA Argo Bromo Anggrek ditemper mobil Avanza warna silver bernomor polisi B 1937 UZQ.

Mobil Avanza berpenumpang empat orang tersebut merupakan rombongan hajatan asal Semarang. Minibus kemudian terseret sekitar 500 meter dari lokasi kejadian di KM 53/300 hingga emplasemen Stasiun Sedadi dan terbakar.

Empat orang meninggal di lokasi, yakni Agus Bambang (60) warga Perumahan Dinar Mas Semarang, Agus Abdullah (54) warga Ketileng Semarang, Ihsan Ngadikan (58) warga Dinar Mas Semarang dan Bahtiar (30) warga Dinar Mas Semarang. (fen)

You might also like

Comments are closed.