Tahan Imbang Bhayangkara FC, Pemain Muda PSIS Dipertahankan

16 Besar Piala Indonesia

Leg kedua 16 besar Piala Indonesia akan digelar di Stadion Moch Soebroto Magelang, Minggu (24/2/19). Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan PSIS bakal mencetak 8.000 lembar tiket

piala indonesia
Bayu Nugroho berhasil mencuri gol ke gawang Bhayangkara FC di leg pertama babak 16 besar Piala Indonesia. Foto: metrojateng.com/psisofficial

 

PSIS sukses menahan imbang Bhayangkara FC pada leg pertama babak 16 besar Piala Indonesia, Selasa (19/2/2019) malam. Kedua tim mengakhiri pertandingan di Stadion PTIK Jakarta dengan skor 1-1.

Tampil sebagai tamu, PSIS sangat percaya diri dengan menurunkan pemain-pemain muda. Tanpa Septian David Maulana, dua youngsters Mahesa Jenar, Eka Febri dan Tegar Infantrie dipercaya sebagai starter.

Di kubu tuan rumah, pelatih Alfredo Vera memberi kesempatan tiga rekrutan anyar; Rahmat Hidayat, Nur Iskandar dan Anderson Salles mengisi starting XI. Tapi Bhayangkara FC tak mampu berbuat banyak menghadapi solidnya pertahanan Mahesa Jenar.

Sepanjang babak pertama, klub berjuluk the Guardian hanya sanggup menghasilkan satu ancaman melalui Alsan Sanda di menit 39. Umpan silang Lee Yujun diteruskan dengan sundulan namun hanya tipis di sisi kanan gawang Joko Ribowo.

Susunan Pemain:
Bhayangkara FC 4-2-3-1: Wahyu Tri Nugroho–I Putu Gede, Anderson Salles, Jajang Mulyana, Alsan Sanda; Lee Yujun, Wahyu Subo Seto; Nur Hidayat, Adam Alis, Rachmat Hidayat; Herman Dzumafo

PSIS 4-2-3-1: Joko Ribowo–Ganjar Mukti, Fauzan Fajri, Rio Saputro, Soni Setiawan; Eka Febri, Heru Setyawan; Bayu Nugroho, Tegar Infantrie, Komarudin; Hari Nur Yulianto

 

PSIS justru mampu mengejutkan tuan rumah saat babak kedua berumur dua menit. Tegar Infantrie melepaskan umpan pendek kepada Bayu Nugroho yang kemudian memenangi adu sprint dengan Alsan Sanda dan menjebol gawang Wahyu Tri Nugroho lewat sontekan kaki kiri.

Unggul satu gol menambah kepercayaan diri penggawa PSIS yang kali ini didampingi asisten pelatih, Dwi Setiawan. Bhayangkara FC malah mendapat pukulan telak setelah kapten Jajang Mulyana harus ditarik keluar di menit 65 karena cedera.

Bayu Nugroho nyaris menggandakan keunggulan di menit 87. Menerima umpan Hari Nur, kali ini eksekusinya melambung di atas mistar.

Tuan rumah akhirnya berhasil memetik hasil di menit 90. Pelanggaran Eka Febri di mulut kotak penalti berbuah tendangan bebas untuk Bhayangkara FC. Anderson Salles sukses mengecoh Joko Ribowo dan memaksakan pertandingan berakhir dengan skor 1-1.

Hasil tersebut cukup menguntungkan buat PSIS yang akan gantian menjamu Bhayangkara FC di Stadion Moch Soebroto Magelang, Minggu (24/2) mendatang. Hari Nur Yulianto dkk cukup bermain seri tanpa gol untuk melangkah ke perempat final.

piala indonesia
Tegar Infantrie, salah satu pemain muda PSIS yang tampil apik saat melawan Bhayangkara FC. Foto: metrojateng.com/dok.psisfcofficial

 

Percayakan ke Pemain Muda

Leg kedua 16 besar Piala Indonesia akan digelar di Stadion Moch Soebroto Magelang, Minggu (24/2/19). Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan PSIS bakal mencetak 8.000 lembar tiket untuk laga tersebut. Tiket tribun timur dijual seharga Rp 50 ribu, tribun selatan Rp 40 ribu dan tribun barat Rp 75 ribu.

Setelah tampil apik dalam pertemuan pertama dengan Bhayangkara FC di Stadion PTIK Jakarta, para pemain muda PSIS kembali dipercaya main di. Mereka dinilai layak dan mendapat apresiasi.

“Pemain-pemain muda PSIS tampil luar biasa. Saya menilai mereka pantas mendapat kesempatan lagi,” kata General Manager PSIS, Wahyoe ‘Liluk’ Winarto, Rabu (20/2/2019).

Dalam lawatan ke markas Bhayangkara FC tersebut, PSIS hanya membawa 15 pemain. Enam di antaranya masih berusia di bawah 20 tahun, yakni M Fadli, Aqsha Saniskara, Fendy Agung, Eka Febri, Tegar Infantrie dan Yoga Adiyatama.

Kecuali Fadli dan Fendy Agung, pemain-pemain tersebut diberi menit bermain. Bahkan Eka Febri dan Tegar Infantrie dipercaya tampil sebagai starter.

“Sebagian pemain kami baru bergabung sehingga belum dalam kondisi ideal untuk dimainkan. Maka itu pemain-pemain yang kemarin tampil, kemungkinan tetap dipertahankan,” Liluk melanjutkan. (*)

 

Reporter: Tri Wuryono
Editor: Eka Handriana

 

You might also like

Comments are closed.