Tahanan Kasus Perkosaan Menikah di Masjid Polrestabes Semarang

Tahanan kasus perkosaan melangsungkan akad nikah di masjid Mapolrestabes Semarang, Rabu (28/1). Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya
Tahanan kasus perkosaan melangsungkan akad nikah di masjid Mapolrestabes Semarang, Rabu (28/1). Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya

SEMARANG – Suasana haru tersaji di Masjid Al-Hidayah, kompleks Mapolrestabes Semarang, Rabu (28/1). Siang tadi, seorang tahanan melangsungkan akad nikah dengan korbannya, yang pernah dia perkosa di mes atlet Fakultas Ilmu Keolahragaan Unnes, beberapa waktu lalu.

Sebelumnya mungkin tak pernah terlintas dalam benak Supriyatno alias Niko (21) ketika dia harus melakoni salah satu peristiwa penting dalam hidupnya dengan status tahanan. Namun, pemuda asal Kudus itu harus membayar mahal ulah yang pernah dia perbuat terhadap Nk (16), hingga mengirimnya ke penjara.

Atlet sepaktakraw ini akhirnya resmi menjadi suami Nk, setelah keduanya mengucap ijab qabul dengan disaksikan polisi dan anggota kedua mempelai. Keputusan pernikahan tersebut diambil setelah kedua belah pihak keluarga bertemu dan memutuskan menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.

“Keluarga saya sudah bertemu pihak perempuan. Kami meminta maaf dan sudah dibicarakan secara baik-baik,” tutur kakak tersangka Supriyanto, di sela-sela akad nikah.

Isak tangis keluarga kedua keluarga mempelai mengiringi prosesi ijab qabul yang dilakukan secara sederhana tersebut. Beberapa petugas kepolisian juga terlihat mengawal jalannya prosesi akad nikah.

Niko ditangkap tak lama setelah Nk melaporkan kasus perkosaan yang dia alami pada 5 Januari 2015. Tak hanya harus menghuni jeruji besi, Niko pun sudah dipecat sebagai mahasiswa FIK Unnes imbas kasus tersebut. (yas)

activate javascript

You might also like

Comments are closed.