Tak Ada Palang Pintu di Lokasi Kecelakaan yang Renggut Tiga Nyawa di Kaligawe

METROSEMARANG.COM – Kecelakaan maut yang merenggut tiga nyawa di perlintasan kereta Tambakrejo, Gayamsari, Jumat (21/4) pagi, diduga juga dipicu minimnya fasilitas pengaman di sekitar lokasi kejadian.

Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Pasalnya, tidak ada palang pintu sebagai penghalang untuk melintasi perlintasan kereta. “Itu aja alarm peringatan kita swasembada sama warga,” ujar Ketua RW 07, Tambakrejo, Gayamsari, Wakijan.

Alarm yang terpasang di sudut perempatan perlintasan kereta merupakan inisiatif dari warga sebagai alat peringatan. Meskipun cukup membantu, namun tidak didukung dengan fasilitas lain yang memadai.

Kapolsek Gayamsari, Kompol Dedi Mulyadi mengatakan tak hanya palang dan alarm, kesadaran masyarakat akan memarkirkan kendaraan roda empat juga dirasa kurang.

“Parkir roda empat di sekitaran sini seharusnya tidak ada sebelum palang bener-bener permanen. Kendaraan roda empat ini juga menghalangi pandangan baik ke kanan maupun ke kiri,” ujar Dedi.

Diberitakan sebelumnya, seorang ibu dan dua orang anak tewas disambar Kereta Api Kalijaga yang melintas dari arah Stasiun Tawang menuju Surabaya, Jumat(21/4) sekitar pukul 08.30.

Korban diketahui bernama Masrekhah (sebelumnya disebut Supairah-red) warga RT 02 RW 9 Tambakrejo. Saat itu dia memboncengkan anaknya, Andika (TK) dan keponakannya, Reyhan (kelas 1 SD) mengendarai sepeda motor Honda Beat warna biru bernomor polisi H 4815 AS. Ketiga korban tewas mengenaskan setelah terseret hingga sekitar 100 meter. (fen)

 

You might also like

Comments are closed.