Tak Dapat Jatah PSKS, Pria Ini Bacok Kepala Dusun Pakai Celurit

Pelaku pembacokan Kepala Dusun Krajan diamankan di Mapolsek Rowosari. Foto: metrojateng.com/MJ-01
Pelaku pembacokan Kepala Dusun Krajan diamankan di Mapolsek Rowosari. Foto: metrojateng.com/MJ-01

KENDAL – Pelaksanaan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di Desa Rowosari Kendal berujung petaka. Salah seorang warga yang tidak tercantum sebagai penerima dana kompensasi kenaikan BBM itu mengamuk dan membacok kepala dusun setempat.

Pelaku yang bernama Ngadiyo (52) warga Dusun Krajan RT 03 RW 02 Rowosari, Rabu (22/4) pagi, mendatangi rumah Kepala RT Torikin untuk meminta klarifikasi terkait dirinya yang tidak mendapat jatah dana PSKS. Saat itu, Ngadiyo sudah menenteng  Sambil membawa celurit pelaku berteriak dan meminta, ketua RT bertanggungjawab.

“Ngadiyo mengamuk di halaman depan rumah saya. Karena khawatir berbuat nekat, saya menghubungi Pak H Nur Alif Hadi (Kepala Dusun Krajan-red),” kata Torikin.

Nur Alif pun mendatangi lokasi dan mencoba meredam emosi Ngadiyo. Kadus ini juga meminta Ngadiyo untuk melepaskan celurit yang dia bawa. “Tiba-tiba pelaku yang emosi malah membacok korban,” imbuh Torikin.

Pelaku yang emosi usai membacok korban mencoba melarikan diri, namun warga beramai-ramai menangkap dan menghajarnya. Selanjutnya, dia dibawa ke Mapolsek Rowosari. “Warga spontan menangkap pelaku yang membawa senjata tajam, dan kemudian memukulinya karena yang bersangkutan membacok kepala dusun hingga terluka parah,” jelas Kapolsek Rowosari AKP M Rif’an.

Korban yang terluka di bagian tangan dilarikan ke Rumah Sakit Islam Weleri Kendal. Namun, luka sabetan celurit yang cukup parah membuatnya dilarikan ke RS Sultan Agung Semarang. Sedangkan pelaku yang sempat diamankan di Mapolsek Rowosari akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Amino Gondokusumo Semarang untuk diperiksa kejiwaannya. (metrojateng.com/MJ-01)

 

 

 

You might also like

Comments are closed.