Tak Kunjung Bongkar Pasar Kanjengan, PT PGK Dituntut Bayar Denda Rp 5 Juta Per Hari

METROSEMARANG.COM – Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto menyatakan akan menuntut pembayaran denda keterlambatan bongkar Pasar Kanjengan blok C dan D kepada PT Pagar Gunung Kencana (PGK) selaku pemilik bangunan. Besaran denda Rp 5 juta per hari terhitung sejak tahun 2012 silam.

Kebakaran Pasar Kanjengan, Sabtu (18/6/2016) . Foto: metrosemarang.com/dok

Fajar merasa geram dengan PT PGK karena tidak mau melaksanakan putusan pengadilan atas perkara nomor 169 Tahun 2012, bahwa PT PGK harus mengeksekusi bangunan blok C dan D. “Jika PGK tidak melaksanakan eksekusi sesuai waktu yang ditentukan, maka akan dikenakan denda keterlambatan bongkar Rp 5 juta per hari,” terangnya, Kamis (9/2).

Namun hingga kini PGK tidak  mampu mengeksekusi bangunan tersebut. Niatan bongkar memang sudah dilakukan beberapa kali, tapi PGK mengaku kewalahan menghadapi para pedagang yang enggan pindah.

Pedagang melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Semarang terkait rencana eksekusi karena merasa tidak dilibatkan. Namun gugatan tersebut sudah ditolak. Dan sekarang PGK lalu beralasan tidak memiliki biaya bongkar. Dan malah menyerahkan sepenuhnya pembongkaran kepada pemkot.

“Sehingga dalam waktu dekat PGK akan kami panggil dan kami minta membayar denda keterlambatan bongkar Rp 5 juta per hari, terhitung sejak keluarnya putusan eksekusi dari pengadilan,” kata Fajar.

Selain itu pembongkaran harus dilakukan PGK sebelum Lebaran. Mengingat revitalisasi Pasar Kanjengan satu kesatuan dengan Pasar Johar. Dan akan segera dilaksanakan. “Paling lambat Mei nanti atau sebelum Lebaran (masalah Kanjengan) harus sudah selesai,” tegasnya.

Mengenai nasib para pedagang penghuni blok C dan D, Fajar menyatakan, hal itu juga masih tanggung jawab PGK. Karena selama ini pedagang menggunakan sistem sewa dengan pihak PGK. “Sesuai putusan pengadilan, kami justru salah kalau menyediakan lahan relokasi untuk pedagang, karena selama ini mereka menyewa dengan PGK,” tandasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.