Tak Mau Menyusahkan Anak Cucu, Mbah Supri Nekat Berjualan Togel

Mbah Supri beserta tiga tersangka lain (foto: Metro Semarang/Ilyas Aditya)
Mbah Supri beserta tiga tersangka lain (foto: Metro Semarang/Ilyas Aditya)

Semarang – Tak ingin merepotkan anak dan cucunya, Supriyono (57), warga Kuningan RT 08 RW 02, Kuningan, Semarang, terpaksa ditangkap aparat Satreskrim lantaran nekat menjual nomor togel. Hampir satu bulan setengah lebih Kakek dari satu cucu ini berjualan togel di rumahnya setiap malam.

“Saya masih bisa usaha,  tanpa harus merepotkan anak-anak. Biarkan mereka mandiri untuk menghidupi keluarganya,” tutur Supriyono di Mapolrestabes Semarang, Rabu (15/10) siang.

Di hari penangkapan, dia tidak sendiri, tiga tersangka lain juga berhasil diamankan di tempat terpisah. Ketiganya yakni  Heru Roniawan (50), Sukandar (49), dan Septian (27). Para tersangka ditangkap petugas di wilayah Ngaliyan, Semarang Selatan, Gayamsari, dan Semarang Barat karena kasus serupa.

Supriyono menyebutkan upah (fee) yang diterima dari penjualan togel sebesar 20 persen. Rata-rata omset setiap malam melayani pembeli mencapai Rp. 300 ribu. Penjualan togel dibuka dari mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB.

“Hanya dua jam saja saya bekerja melayani togel setiap malam. Rata-rata fee yang saya terima sebesar Rp. 60 ribu. Bisa juga lebih kalau pas lagi ramai,” imbuhnya.

Sementara, Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardiyanto menyatakan, penjualan togel marak dan terselubung. Selain itu, judi togel juga termasuk penyakit masyarakat. “Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 303 KUHAP dengan ancaman maksimal 1 tahun penjara,” tandasnya. (Yas)

You might also like

Comments are closed.