Tak Takut Neraka, Mahasiswa IAIN Ini Nekad Mencuri Untuk Biaya Skripsi

 

Mengaku tak punya biaya untuk mengerjakan skripsi, 2 mahasiswa IAIN Walisongo Semarang ini nekad mencuri. Foto: yas/metrosemarang.com
Mengaku tak punya biaya untuk mengerjakan skripsi, 2 mahasiswa IAIN Walisongo Semarang ini nekad mencuri. Foto: yas/metrosemarang.com

SEMARANG – Asef Puspa Hariyadi (22) dan Muhammad Son Asyaddidin (22), dua mahasiswa IAIN Walisongo Semarang ditangkap petugas Polsek Ngaliyan Rabu (7/1). Dua calon sarjana ini mengaku nekad mencuri lantaran tidak memiliki uang untuk mengurus keperluan Skripsi.

Dua mahasiswa semester 9 Fakultas Syariah tersebut, kini memang tengah menempuh skripsi dikuliah jurusan Hukum Islam dan Ekonomi Islam yang sedang mereka jalani. Keduanya pun memilik Indeks Prestasi Komulatif (IPK) yang cukup baik dengan nilai di atas 3.

Salah seorang pelaku, Asef mengatakan awalnya nekad mencuri karena memang ingin memiliki uang jajan lebih secara kilat. Bahkan ironisnya,ia mengaku, uang hasil curian juga digunakan untuk menraktir teman-teman satu kos yang tidak lain adalah korbannya.

“Dia kan tidak tau kalau saya yang mencuri laptopnya. Kalau ditanya nraktir dalam rangka apa, ya saya hanya bilang punya rejeki lebih, ” tuturnya di Polsek Ngaliyan, Senin (12/1).

Keduanya pun sebelum ditangkap sempat mengaku berhenti mencuri, namun karena bingung mencari uang guna mengurus keperluan skripsi, mereka memutuskan kembali mencuri.
“Rencana, mencuri yang terakhir mau buat bayar konsultasi skripsi, tapi udah keburu ditangkap, ” imbuhnya.

Kini, keduanya hanya bisa tertunduk lesu mempertanggung jawabkan perbuatannya. Selain terancam dipecat oleh pihak universitas tempatnya 4,5 tahun mengincar gelar Sarjana, keduanya juga harus berurusan dengan hukum dan dijerat  pasal 363 KUHP dengan ancaman  hukuman maksimal 7 tahun penjara. (Yas)

You might also like

Comments are closed.