Tak Terima Adiknya Dianiaya, Kawul Bacok Pemuda di Gayamsari

Hendar alias Kawul diamankan di Mapolsek Gayamsari atas dugaan penganiayaan. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Hendar alias Kawul diamankan di Mapolsek Gayamsari atas dugaan penganiayaan. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

SEMARANG – Tak terima adiknya menjadi korban penganiayaan, Hendar Adi Arianto (24) alias Kawul nekat mengeroyok dan membacok seorang pemuda di dekat Rusunawa Kaligawe. Pemuda pengangguran itu kini harus mendekam di Mapolsek Gayamsari untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Menurut  pengakuan Kawul, adiknya dibacok oleh anggota Geng Sleko pada bagian punggung, beberapa hari sebelumnya. Selanjutnya, pada Minggu (19/4) lalu sekitar pukul 06.30, dia dan dua teman gengnya yang kini masih buron yaitu Indra (25) dan Rizki (19) berkeliling mencari makan. Di tengah perjalanan mereka bertemu korban, M Zulfaini (18) yang merupakan anggota Geng Sleko.

“Adik saya dibacok sama anak Geng Sleko di daerah Bong Lama. Itu pedang yang saya bawa, saya taruh di jok motor. Buat jaga-jaga,” kata Kawul di Mapolsek Gayamsari, Jumat (8/5).

Saat bertemu korban yang mengendarai Yamaha Mio H 4473 DH, Kawul bersama dua rekannya langsung melakukan pengejaran. “Saya diberitahu teman saya (Indra) kalau dia itu anggota Sleko. Dia bukan yang bacok adik saya, tapi masih satu geng,” ujarnya.

Setelah sempat kucing-kucingan, korban tertangkap dan langsung dibacok oleh para pelaku. “Saya sabet bagian bahu belakang. Dia sempat lari, terus motornya kami bawa ke Rusunawa, di sana kami rusak,” imbuhnya.

Sementara, petugas Reskrim Polsek Gayamsari yang mendapati aksi brutal tersebut segera melakukan pengejaran terhadap pelaku. Dari tiga pelaku baru satu pelaku yang ditangkap sedangkan dua lainnya masih buron.

“Ini dendam antara Geng Rusunawa dan Geng Sleko dari daerah Semarang Utara. Kita akan berkoordinasi dengan Polsek Semarang Utara agar tidak ada aksi balas dendam lagi,” kata Kapolsek Gayamsari, Kompol Dili Yanto.

Bersama pelaku, petugas berhasil mengamankan pedang sepanjang 1 meter, celurit, dan pedang yang satu sisinya bergerigi. Selain itu motor milik korban yang rusak parah juga diamankan sebagai barang bukti.

“Pelaku dijerat pasal 170 KUHP karena bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun,” tandasnya. (yas)

You might also like

Comments are closed.