Tanpa 8 Pilar, PSGC Tak Mau Sekadar Piknik ke Semarang

image
Penggawa PSGC tak mau memberi kemenangan cuma-cuma kepada PSIS. Foto Metrosemarang

SEMARANG – PSGC Ciamis mengunjungi Stadion Jatidiri, Sabtu (18/10) besok dalam kondisi pincang. Delapan penggawa Laskar Galuh hampir dipastikan harus menepi karena hukuman dan cedera. Tapi, Manajer Herdiat menegaskan kedatangan mereka ke Semarang dalam misi mencuri angka dari tuan rumah.

Setelah kehilangan Emile Linkers, M Arozi, Alessandro Altobeli dan Eko Prasetyo, karena masih menjalani hukuman Komisi Disiplin, empat pemain lainnya juga tak bisa tampil karena urusan berbeda. “Suhandi sudah pasti tak bisa main karena kartu merah saat melawan PSIS. Sedangkan Cecep Supriyatna, Didin Jahidin, dan Morris Power masih cedera,” kata Herdiat saat mendampingi timnya menjajal lapangan Jatidiri, Jumat (17/10) sore.

Dengan kondisi compang-camping, Herdiat berjanji timnya bakal berusaha mencuri poin di Semarang. Meski berat, dia optimistis Abdul Basid dkk sanggup memberi perlawanan terhadap PSIS. “Kami memang krisis pemain. Bahkan, tiga pemain muda yang masih berstatus pelajar SMA terpaksa kami bawa ke Semarang. Tapi, kami tak mau menyerah begitu saja, setidaknya kami bisa menampilkan permainan yang menarik dan menghibur penonton,” tutur pria yang juga menjabat Sekda Ciamis ini.

Keseriusan PSGC terlihat dalam sesi latihan terakhir di Jatidiri, sore tadi. Jika tim-tim tamu lainnya biasa berlatih selama satu jam, pelatih Budiman Yunus mewajibkan anak asuhnya melahap porsi latihan selama 90 menit. Eks wingback Bandung Raya ini yakin pasukannya bisa meredam permainan anak buah Eko Riyadi.

“Belajar dari pertemuan pertama, saya sudah bisa membaca permainan PSIS. Dan saya percaya anak-anak bisa mengimbangi permainan tuan rumah. Kami juga masih berharap Morris bisa pulih di hari pertandingan,” tandasnya.

Senioritas Morris dibutuhkan untuk mendampingi penggawa PSGC yang didominasi pemain muda. Pada pertemuan pertama di Ciamis, ekspatriat asal Liberia ini hanya bermain setengah babak karena gangguan cedera. Tanpa Morris, gawang Ciamis pun tiga kali dijebol Hari Nur Yulianto, setelah Franky mengukir gol pembuka di babak pertama. (*)

You might also like

Comments are closed.