Tanpa Bantuan Pusat, Pembangunan Pasar Johar Bisa sampai 7 Tahun

METROSEMARANG.COM – Pembangunan Pasar Johar membutuhkan waktu lima sampai tujuh tahun apabila hanya dibebankan kepada APBD Kota Semarang. Karena itu Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus mendorong agar Pemerintah Pusat segera merealisasikan bantuannya.

Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Semarang Agus Riyanto
Foto: metrosemarang.com/dok

”Realistis saja, kemampuan daerah dari APBD kegiatannya macam-macam tidak hanya Pasar Johar, jadi saya kira butuh waktu lima, enam sampai tujuh tahun kalau hanya dibebankan pada Kota Semarang,” kata Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Semarang, Agus Riyanto, di balai kota, Rabu (10/5).

Sebelumnya Pemerintah Pusat telah menjanjikan akan memberikan bantuan pembangunan Pasar Johar pasca terbakar tahun 2015 lalu sebesar Rp 100 miliar. Namun hingga rencana pembangunan tahap pertama dimulai pada tahun ini, bantuan tersebut tidak kunjung turun.

Menurut Agus Riyanto, jika ada bantuan anggaran dari Pemerintah Pusat dan juga Pemerintah Provinsi Jateng, maka cukup dua sampai maksimal empat tahun saja pembangunan Pasar Johar bisa selesai.

Pihaknya pun terus mendorong Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait agar segera mengucurkan bantuan pembangunan Pasar Johar. Salah satunya, Wali Kota Semarang akan presentasi tentang rencana pembangunan Pasar Johar di depan Menteri Keuangan.

”Saat ini Pak Wali dan Pemerintah Kota Semarang menunggu realisasinya, dukungan bantuan tersebut. Dan besok rencana hari Jumat juga mau presentasi di Menteri Keuangan,” ungkapnya.

Ditambahkan, Pemkot Semarang melalui APBD tahun ini telah menganggarkan sebanyak Rp 50 miliar untuk merevitalisasi Pasar Johar, dimulai dengan penguatan bangunan cagar budaya yang sempat terbakar.

”Pemerintah Kota Semarang memang tahun ini menganggarkan Rp 50 miliar, tapi dari hasil rencana pembangunan anggaran yang kita butuhkan kurang lebih mencapai Rp 700 miliar,” katanya.

Selain penguatan bangunan cagar budaya, dalam pembangunan tersebut nantinya juga ada pembangunan pasar dan pemulihan Alun-alun depan Mesjid Agung Semarang. (duh)

You might also like

Comments are closed.