Tanpa Demo, Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Rayakan Hari Buruh Selama 3 Hari

SEMARANG – Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Pemuda punya cara sendiri dalam merayakan Hari Buruh Internasional tanpa demo. Selama tiga hari berturut-turut, Rabu-Jumat (2-4/5), badan penyelenggara jaminan ketenagakerjaan menghibur para peserta yang mayoritas tenaga kerja itu dengan acara menarik.

BPJS hari buruh
Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Pemuda merayakan Hari Buruh bersama para peserta jaminan sosial yang juga pekerja di kantor tersebut, Jumat (4/5). (foto: metrojateng.com/Anggun Puspita)

Berbagai kegiatan dilaksanakan seperti kuis seputar BPJS Ketenagakerjaan dan sejarah hari buruh dunia, permainan, menyanyi bersama peserta, pembagian sarapan serta snack dikantor setiap harinya, hingga kunjungan ke peserta yang mengalami kecelakaan kerja di Pusat Layanan Kecelakaan Kerja(PLKK).

Para peserta terlihat sangat terhibur selagi menunggu panggilan antrian, gelak tawa tak terhindarkan melihat tingkah para karyawan BPJS Ketenagakerjaan yang menghibur.

“Kalau hari buruh biasanya isinya demo ya, tapi disini beda, malah banyak hiburannya. Jadi tidak bosan kalau nunggu, apalagi ada kuis yang nyeleneh itu, sampai gak ada yang bisa jawab,” tutur Imah (41) yang menunggu panggilan antrian.

Setiap hari para karyawan menyajikan tema yang berbeda-beda, seperti hari pertama menggunakan kostum seperti pekerja konstruksi, hari kedua menggunakan seragam khas karyawan BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda, dan hari ketiga menggunakan sarungan dan kebaya untuk yang perempuan.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda, Heri Purwanto mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi BPJS Ketenagakerjaan kepada para peserta. Sebab, pada dasarnya BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memenuhi hak-hak dan kebutuhan para pekerja, baik pekerja formal maupun informal.

“Buruh itu merupakan ungkapan lama ya, sekarang mungkin lebih akrabnya sebagai pekerja. Nah, BPJS Ketenagakerjaan ada untuk melindungi para pekerja dan InsyaAllah dapat membuat mereka merasa aman dan dapat meningkatkan produktivitas mereka dalam bekerja,” tuturnya.

Sementara itu, melalui perayaan Hari Buruh ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran para pekerja lainnya akan jaminan kerja. Sebab, setiap pekerjaan selalu ada risiko, dan risiko itu hadir bisa kapan saja, dimana saja dan serta kepada siapa saja. Oleh sebab itu, perlu adanya penjamin untuk hal tersebut, dan BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk menjadi penjamin tersebut. (ang)

You might also like

Comments are closed.