Tari Saman Tebar Pesona di Pagelaran FISIP Menari 2015

Kekompakan sebelas penari Tari Saman yang diperagakan oleh anggota UPK Tari Tradisional FISIP Undip berhasil memukau puluhan penonton yang hadir dalam 'Pagelaran FISIP Menari 2015', Kamis (28/5) malam. Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha
Kekompakan sebelas penari Tari Saman yang diperagakan oleh anggota UPK Tari Tradisional FISIP Undip berhasil memukau puluhan penonton yang hadir dalam ‘Pagelaran FISIP Menari 2015’, Kamis (28/5) malam. Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha

SEMARANG – Mengawali pertunjukan dengan mementaskan Tari Saman membuat Pagelaran FISIP Menari 2015 mendapat respons baik dari puluhan penonton yang hadir. Antusias penonton langsung memuncak saat melihat sebelas penari begitu kompak membawakan tari tradisional asli Aceh tersebut.

Dengan iringan musik rebana dan suara seorang laki-laki (Syekh), sebelas penari yang terdiri dari anggota UPK Tari Tradisonal FISIP Undip itu memang terlihat kompak saat menari dalam tempo dan gerakan yang cepat. Tari Saman yang ditampilkan makin mengagumkan dengan perpaduan kostum serta aksesoris khas Aceh yang dikenakan para penari.

“Tari Saman memang bagus banget.  Bisa dibilang cukup rumit untuk diperagakan, karena gerakannya harus kompak dengan tempo yang cepat. Penari-penari tadi berhasil membawakan, saya dan teman-teman sampai terpesona melihatnya,” ungkap salah satu penonton, Endah kepada metrosemarang.com saat Pagelaran FISIP Menari 2015 berlangsung di halaman FISIP Undip, Kamis (28/5) malam.

Sedangkan salah satu penari Tari Saman, Diah Sulistiowati (20) mengatakan, Tari Saman memang memiliki keistimewaan dan keunikan yang tidak dimiliki tari tradisional lainnya. Ia mengaku sudah mengagumi Tari Saman sejak masih kecil.

“Tariannya itu unik, setiap orang yang melihatnya saya yakin pasti terpukau,” ucapnya.

Diah yang juga sebagai Ketua UPK Tari Tradisional FISIP Undip itu menambahkan, untuk persiapan menampilkan Tari Saman kali ini sudah memulai latihan sejak September lalu. Namun, sambungnya, latihan secara intensif lebih dimulai pada awal Februari lalu.

“Kita untuk latihan lebih disesuaikan dengan jadwal kuliah. Sempat juga tersendat latihannya karena libur semester. Baru efektif latihan Februari kemarin,” terangnya. (ans)

You might also like

Comments are closed.