Tauritiya: Masih Bingung Bahasa Jawa

Tauratiya Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha
Tauritiya
Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha

BAHASA Jawa ternyata lebih rumit dari bayangan Tauritiya (22). Dara asal Palembang ini cukup kerepotan saat menyerap materi dari dosen pengajarnya di program Magister Hukum Ekonomi dan Teknologi (HET) Undip Semarang.

Sebagai mahasiswi perantauan, pengalaman yang ia rasakan mungkin hampir sama dengan yang lain, yaitu komunikasi. Alumni Ilmu Hukum dan Bisnis Universitas Sriwijaya Indralaya, Palembang ini mengaku selama kuliah masih kebingungan memahami materi, karena kebanyakan dosen menyampaikan dengan Bahasa Jawa.

“Sering banget gak nyambung sama yang dibilang dosen, padahal saya udah lima bulan di sini,” katanya kepada metrosemarang.com, Sabtu (17/1).

Meski demikian, Tiya, nama panggilannya, tak lekas menyerah dengan kondisi yang ada. Penghobi membaca buku-buku hukum ini  tak ingin hanya mengandalkan materi yang diterangkan dosen. Akhirnya, ia pun kerap mengunjungi Perpus Wilayah (Perwil) Semarang.

Selain itu, Tiya juga sering melakukan sharing bersama teman sekelas. Semua itu ia jalani untuk menggapai mimpinya sebagai seorang advokat. “Dari kecil aku udah suka dunia hukum, namun cita-citanya jadi polwan. Karena orang tua menyuruh untuk kuliah, akhirnya sekarang ingin jadi advokat,” terangnya.

Memiliki keluarga yang tidak punya basic hukum mungkin menjadi tantangan bagi Tiya. Untuk itu, gadis yang pernah mengikuti Mood Courd Competition (MCC) di Kota Palembang ini memilih fokus kuliah dan secepatnya merampungkan studinya. “Kalau bisa gak nyampai empat semester, karena insyaallah setelah lulus ingin lanjut S3,” tambah penyuka warna merah itu. (ans)

You might also like

Comments are closed.