Tavip Dorong Semua Pihak Jaga Kondusifitas Kota Semarang

- Heboh stand penjual makanan tidak halal di Hijab Fest Halal Food Culinary

Pjs. Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto bersama Ketua MUI Jateng KH. Darodji melakukan klarifikasi pelaksanaan Hijab Fest Halal Food Culinary di Paragon yang bermasalah. Foto : ist:metrosemarang.com

SEMARANG – Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Semarang, Tavip Supriyanto mendorong semua pihak untuk menjaga kondusifitas Kota Semarang jelang Pilwalkot 9 Desember 2020.

“Saat ini kita baru memasuki pilwalkot tahapan kampanye, Saya mohon kepada seluruh warga Kota Semarang untuk bisa menjaga kondusifitas kota tercinta ini,” ungkap Tavip.

Hal itu dikemukakan Pjs wali kota saat menghadiri klarifikasi dan edukasi terkait pelaksanaan pameran Hijab Fest Halal Food Culinary di Paragon beberapa hari lalu, yang heboh di media sosial karena ditemukan stand penjual makanan tidak halal.

Pihaknya juga mengapresiasi semua pihak yang telah memilih jalan dialog dan duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan tersebut. MUI Jawa Tengah yang berperan sebagai mediator dalam acara tersebut juga memperoleh apresiasi khusus dari Tavip.

“Terima kasih kepada MUI Provinsi Jawa Tengah yang sudah memberikan petuah, masukan kepada warga kami. Mudah-mudahan pembelajaran ini tidak akan terulang lagi,” ujarnya.

Hadir dalam kesempatan itu Ketua MUI Jawa Trngah KH Ahmad Darodji, Wakil Ketua MUI Jateng Prof. Taufik, Zainal Abidin Petir, sejumlah kepala Dinas terkait, Dinas Perdagangan dan Dinas Koperasi dan UMKM, pedagang stand, Manajer Paragon Mall, serta EO Imperium Indonesia sebagai penyelenggara event.

Baik penyelenggara maupun pedagang telah meminta maaf atas kelalaian adanya stan makanan tidak halal dan telah diterima oleh semua pihak yang hadir.

Tavip menambahkan, bahwa pihaknya akan mendorong pembahasan Raperda di DPRD terkait produk halal di Kota Semarang.

“Kawan-kawan DPRD kami mohon membantu penyusunan Raperda terkait produk halal, karena bagaimana pun juga dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang produk halal, semua produk wajib bersertifikat halal,” imbuhnya.

Bila belum masuk dalam agenda Raperda dirinya berpesan adanya usul dari eksekutif. Tak hanya itu, pria yang ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Walikota Semarang untuk kali kedua itu juga berharap agar dinas terkait yang membidangi dapat menata produk halal di Kota Semarang.

Pada kesempatan yang sama, Ketua MUI Jateng, KH Ahmad Darodji mengharapkan pihak penyelenggara lebih memahami sehingga ke depan tidak akan terulang kembali permasalahan serupa.

“Kita ini sudah kondusif bagus, kita tidak perlu memperpanjang masalah, namun harapannya juga tidak terjadi lagi,” pesan Darodji.

Pihaknya memahami bahwa penyelenggara melakukannya tidak dengan sengaja, namun karena kurangnya pemahaman. KH Darodji berpesan agar pihak-pihak terkait dapat mengantisipasi kemungkinan yang dapat mengganggu kondusifitas di Kota Semarang.

“Kan kata orang pencegahan lebih bagus dari pada pengobatan, jadi kita mencegah dan mengantisipasi dulu dari pada nanti kita mengobati yang belum tentu selesai.” pungkas Darodji. (duh)

Comments are closed.