Tawuran Pelajar di Bugangin Kendal, Guru Kena Sabetan Parang

METROSEMARANG.COM – Seorang guru harus dilarikan ke rumah sakit akibat terkena sabetan senjata tajam saat berusaha melerai tawuran pelajar SMK di jalan tembus Bugangin Kendal, Jumat (2/3) sore. Dua pelajar yang terlibat tawuran berhasil diamankan.

Dua pelajar yang terlibat tawuran di Kendal, Jumat (2/3) sore. Foto: metrojateng.com

Tawuran tersebut melibatkan pelajar dari tiga sekolah yakni SMK Bina Utama, SMK Bhineka dan SMA PGRI. Belum diketahui penyebab serta asal sekolah para pelajar yang terlibat tawuran. Tapi dari dua pelaku yang diamankan, diduga tawuran terjadi akibat dendam antar pelajar.

Tawuran terjadi di wilayah Kelurahan Bugangin, tepatnya di jalan Pasar Bugangin. Satu korban yakni salah satu guru yang hingga kini belum diketahui identitasnya karena juga ikut diamankan oleh Petugas Polres Kendal. Selain guru yang menjadi korban, satu unit motor Babinkamtibmas Polsek Kota Kendal rusak akibat terkena sabetan parang.

Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar mengatakan saat belum diketahui penyebab tawuran pelajar antar sekolah tersebut. Sebab saat ini petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai siapa saja yang terlibat.

“Kami baru mengamankan dua pelaku. Dari dua pelaku tersebut diduga tawuran terjadi akibat dendam lama. Yakni memang  pelajar di sekolah tersebut sering terlibat cekcok dengan siswa sekolah lainnya,” kata Aris.

Dua pelajar yang diamankan yakni, RA dan AS. Selain dua pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu buah parang yang sudah patah lantaran digunakan untuk membabat sepeda motor petugas babinkamtibmas Polsek Kota Kendal.

“Dua pelaku itu kami amankan, karena nyaris menjadi amukan warga sekitar,” tandasnya.

Aksi nekat tersebut diduga lantaran dipicu minuman keras. Sebab saat diamankan keduanya dalam kondisi mabuk berat karena pengaruh miras oplosan.

“Kedua pelaku mengaku tidak mabuk. Meski begitu, pelaku akan kami proses sesuai hukum perundang-undangan yang ada,” tandasnya.

Sementara salah satu pelaku, RA mengaku jika memang sudah dendam pada salah satu guru di salah satu sekolah SMK di Kendal yang ia babat. Hal itu karena beberapa waktu lalu, ia sempat dihadang oleh guru tersebut. “Saya tidak tahu penyebab kenapa saya dihadang,” akunya.

Saat kejadian, ia mengaku hanya melintas di kawasan Jalan Bugangin. Saat itu ia dihadang oleh belasan siswa dari salah satu SMK lain. Kemudian terjadi adu mulut, akhirnya dilerai oleh salah seorang guru yang melintas.

“Setelah itu terjadi tawuran, saya ambil parang saya kemudian menyambarkanya. Tidak tahu kalau mengenai kepala guru yang berusaha melerai tadi. Parang itu saya bawa karena hanya untuk berjaga-jaga saja,” tuturnya.

Pelaku lain, AS mengaku jika sebelum tawuran ia bersama teman-temannya melakukan pesta miras di sebuah jalan persawahan di Jalan Cepiring. Usai pesta, ia pulang bersama dua temannya salah satunya RA dengan mengendarai motor.

“Saya mampir dulu mengantarkan teman di Purin, Patebon. Lalu saya menyusul dan saat melintas di Bugangin, saya melihat teman saya (RA) dimassa,” tukasnya. (metrojateng.com/MJ-01)

You might also like

Comments are closed.