Tekan Angka Kematian Ibu, RSUD Gelar Pemeriksaan Kanker Serviks Gratis

METROSEMARANG.COM – Kanker serviks menempati urutan kedua untuk penyebab kematian wanita. Namun sayangnya diperkirakan masih banyak perempuan yang belum mengetahui pencegahan dini penyakit ini.

Direktur RSUD Wongsonegoro, Susi Herawati. Foto: metrosemarang.com/dok

‘’Dari epidomolog kita ketahui bahwa kanker serviks menempati urutan kedua untuk kematian wanita. Kami yakin masih banyak ibu-ibu yang belum tahu dan belum tersentuh. Untuk itu kami melakukan bakti sosial pap smear (pemeriksaan kanker serviks) dalam rangka mengetahui gejala-gejala adanya kanker serviks sejak dini,” ujar Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang, Susi Herawati, Minggu (7/5).

Susi Herawati mengatakan, pihaknya kembali mengadakan bakti sosial dalam rangka memperingati HUT Kota Semarang ke 470. Kali ini bakti sosial berupa pap smear, operasi steril pada wanita (MOW) dan khitan massal yang diikuti oleh ratusan perempuan dan anak-anak dari seluruh penjuru Semarang.

‘’Hal itu bukan tanpa alasan, sebab bertujuan untuk mengurangi kematian terhadap perempuan yang angkanya cukup tinggi di kota Semarang,’’ katanya.

Menurutnya, sebagian besar kasus yang ditemui di kota Semarang, para penderita kanker serviks atau mulut rahim datang ke rumah sakit dalam keadaan terlambat. Karena telah memasuki stadium 3 atau 4 sehingga menyebabkan kasus kematian wanita yang tinggi.

‘’Kalau sudah terlambat seperti itu kan susah sekali, memang ada perawatan dan pengobatan hingga keluar negeri tapi alangkah baiknya kalau kita mengantisipasi sejak dini agar tidak berakibat fatal nantinya,’’ katanya.

Tidak hanya pap smear, untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi pihaknya juga melakukan bakti sosial operasi kontrasepsi ‘Metoda Operasi Wanita’ (MOW). ‘’Jadi KB kan bermacam-macam salah satunya dengan operasi MOW yakni dengan cara sel telur diikat agar diusia tak lagi produktif para ibu-ibu ini tidak lagi hamil, sehingga menghindarkan risiko kematian Ibu dan anak,’’ katanya.

Pihaknya juga menyelenggarakan khitan massal yang diikuti 100 anak-anak dari seluruh penjuru kota Semarang. Seluruh kegiatan bakti sosial ini dari hasil penggalangan dana para karyawan RSUD.

‘’Kebetulan kami memang mempunyai komunitas ikatan dana sosial yang ditarik dari para karyawan rumah sakit. Jadi pendanaan seutuhnya dari 1.048 karyawan RSUD KRMT Wongsonegoro yang dengan iklas menyisihkan rejekinya,’’ tegasnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, khitanan masal 100 anak, pap smear 170 perempuan dan  operasi WOW gratis adalah salah satu bagian CSR Pemkot Semarang yang yang dilakukan di rumah sakit. Hal ini sebagai bentuk bina lingkungan sehingga pemkot menyiapkan fasilitas ini secara gratis.

Menurut Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, selama ini banyak perempuan lalai melakukan pemeriksaan diri, padahal urutan kedua angka kematian perempuan disebabkan oleh kanker serviks. (duh)

You might also like

Comments are closed.