Tekan Golput, ASN Diminta Aktif Sosialisasikan Pilkada

METROSEMARANG.COM – Secara aturan Pegawai Negeri Sipil (PNS) memang diharuskan netral dalam pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (pilkada). Namun demikian diharapkan para pegawai pemerintahan ini juga bisa ikut aktif menyosialisasikan pilkada.

ASN tetap diminta aktif menyosialisasikan Pilkada tapi tetap menjaga netralitas. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi dalam dialog ‘Netralitas ASN dalam Menghadapi Pilkada‘ di Studio TVku Semarang, Senin (22/1). Narasumber lainnya adalah Ketua KPU Kota Semarang Henry Wahyono dan perwakilan BKD Kota Semarang.

Menurut Supriyadi, Kota Semarang akan menghadapi Pilgub Jateng Juni 2018 mendatang. Semua stakeholder termasuk PNS harus ikut menyosialisasikan supaya perhelatan pilgub ini bisa berjalan lancar, yaitu tingkat partisipasi masyarakat tinggi dan angka golput rendah.

‘’Ini tentunya bukan hanya tanggung jawab KPU, semua stakeholder termasuk PNS yang rata-rata tokoh masyarakat. Walaupun dilarang kampanye dan harus netral, PNS diharapkan tetap mau menyampaikan kepada masyarakat bahwa Juni nanti akan ada Pilgub,’’ terangnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, kesuksesan Pilgub bukan hanya tanggung jawab KPU tapi juga Panwas, tokoh masyarakat, dan PNS yang rata-rata juga merupakan tokoh masyarakat. Asalkan PNS tidak mengarahkan warga untuk mendukung salah satu pasangan calon.

‘’Jadi PNS harus netral tetapi harus ikut menyosialisasikan Pilgub ke masyarakat untuk menekan angka golput. Persoalan mendukung siapa itu haknya masing-masing,’’ tegasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Semarang Henry Wahyono mengatakan, pada Pigub Jateng ini pihaknya ditarget angka partisipasi pemilih bisa mencapai 77% seperti instruksi dari KPU RI. Meskipun diakui cukup berat karena pada pilkada terakhir partisipasinya hanya 65%. (duh)

You might also like

Comments are closed.