Tekan Kasus DBD, Mahasiswa Undip Siapkan ‘Remas Cantik’

Mahasiswa Undip dan pemuda Kelurahan Sumurboto bekerjasama menekan DBD. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Mahasiswa Undip dan pemuda Kelurahan Sumurboto bekerjasama menekan DBD. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

 

METROSEMARANG.COM – Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undip merangkul para remaja di Kelurahan Sumurboto untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) lewat gerakan Remaja Siaga Cegah Anemia dan Jentik (Remas Cantik) mulai Sabtu (21/11).

“Dalam kegiatan Remas Cantik ini, kami mengenalkan ke remaja betapa pentingnya mengetahui dan mencegah anemia dan DBD. Selain itu, kami juga menawaran program kerja yang sudah mendapat komitmen dari karang taruna Sumurboto,” tutur Ketua Tim Praktik Belajar Lapangan (PBL) Undip, Ririn Wulansari, Minggu (22/11).

Menurut pantauan Tim PBL Undip, di Sumurboto Angka Bebas Jentik (ABJ) berdasarkan data sekunder dari petugas survei jentik di kelurahan Sumurboto masih di bawah target pencapaian. Oleh karena itu, anggota karang taruna dilibatkan dalam pemantauan penyebaran jentik di lingkungan mereka.

“Partisipasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran remaja tentang pentingnya pemberantasan sarang nyamuk di daerahnya sendiri,” tambahnya.

Lurah Sumurboto, Sapto Dwi Karnadi, mendukung program mahasiswa dan berharap semoga karang taruna bisa semakin aktif dan peduli terhadap kondisi masyarakat. “Dengan kegiatan ini, kejadian DBD di Kelurahan Sumurboto bisa ditekan. Apalagi ini masuk musim penghujan,” kata dia. (ade)

You might also like

Comments are closed.