Tekan Kecelakaan di Kalangan Pelajar, Ini yang Dilakukan Dirlantas Polda Jateng

METROSEMARANG.COM – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar membuat aparat Kepolisian Daerah Jawa Tengah melakukan upaya masif, salah satunya meluncurkan buku panduan berlalu lintas dan disebar di 35 kabupaten/kota. Polisi bersama Dinas Pendidikan Jawa Tengah mulai menyosialisasikan buku panduan bernama Hanjar Pendidikan Lalu Lintas itu kepada para pelajar hari ini, Selasa (8/3).

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, AKBP Muji Ediyanto mengatakan, kalangan pelajar tahun lalu mendominasi angka kecelakaan sebesar 25 persen atau sebanyak 5.320 korban. Jumlah ini meningkat hingga 50 persen dibanding 2014 masih 3.503 korban.

Pelajar SMA di Semarang usai pesta kelulusan sekolah. Angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar Jawa Tengah masih tinggi akibat minimnya kontrol orangtua. Foto: metrosemarang.com/dok
Pelajar SMA di Semarang usai pesta kelulusan sekolah. Angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar Jawa Tengah masih tinggi akibat minimnya kontrol orangtua. Foto: metrosemarang.com/dok

“Kepala sekolah dan guru sudah angkat tangan. Di SMAN 5  Semarang itu Amaris penuh parkirnya. Jadi kalau kita tidak bergerak mengantisipasinya, siapa lagi yang akan selamatkan,” papar Muji, di Gedung Borobudur Mapolda Jateng Jalan Pahlawan Semarang.

Ia pun menyebut bila angka kecelakaan lalu lintas tiap tahun terus merambat naik. Jika di tahun 2014 terdapat 16.721 kasus, maka jumlahnya pada tahun 2015 lalu jadi 18.427 kasus. Bahkan, sejak Januari-Februari 2016 kemarin sudah ada 3.224 kasus. Dari jumlah tersebut, korban yang merupakan pelajar ada 25 persen.

Ia menyayangkan naiknya grafik angka kecelakaan yang ada di wilayahnya. Pasalnya,  para pelajar yang terlibat kecelakaan lalu lintas sekitar 60 persen di antaranya tak punya SIM. Mirisnya lagi, mayoritas masih berusia di bawah 17 tahun.

“Karena itulah, perlu kontrol dari keluarga dan pihak sekolah agar si anak ini tidak membawa motor ke sekolahan atau saat bermain dengan teman-temannya,” ujar Muji.

Dengan penyebaran buku panduan berlalu lintas yang menyedot dana sebesar Rp 1,7 miliar itu, ia berharap, para siswa lebih mengerti pentingnya berkendara dengan aman.

Buku Hanjar Pendidikan Lalu Lintas, kata dia, akan didistribusikan ke 22.531 sekolah tingkat SD/MI dengan jumlah buku 45.062 eksemplar, kemudian 4.801 sekolah tingkat SLTP/MTs sebanyak 9.602 eksemplar, sedangkan tingkat SLTA/MA, ada 2.962 sekolah dengan jumlah buku 5.924 eksemplar.

Kepala Dinas Pendidikan Jateng, Nurhadi Amiyanto juga menyatakan buku panduan berlalulintas tersebut akan diintegrasikan dengan mata pelajaran lain yang condong mengajarkan tentang perilaku siswa di sekolah. “Kami berharap, bisa mengurangi kecelakaan di tiap daerah,” tutupnya. (far)

You might also like

Comments are closed.