Tekan Kejahatan di Lapas, Ribuan Napi Dibekali Pendidikan Keagamaan

METROSEMARANG.COM – Ribuan narapidana yang mendekam di lapas maupun rutan wilayah Jawa Tengah bakal dibekali pendidikan karakter berbasis keagamaan untuk meredam potensi tindak kejahatan yang ada selama ini.

Ibnu Chuldun
Foto: metrosemarang.com/dok

Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Ibnu Chuldun mengatakan pembekalan pendidikan keagamaan tersebut bisa dimanfaatkan oleh pengelola lapas maupun rutan untuk membina kepribadian mental, meningkatkan kecerdasan hukum sekaligus memperluas pendidikan agama bagi tiap narapidana.

“Kami telah bekerjasama dengan pihak Kemenag untuk memasukan pendidikan karakter secara intensif di semua lapas dan Melaui pendampingan yang diberikan oleh para penyuluh agama, diharapkan nantinya bisa menjadi orangtua asuh atau orangtua angkat bagi napi-napi yang tidak punya keluarga di Jawa Tengah,” tutur Ibnu usai meneken nota kesepamaham (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, di Wisper, Rabu (24/1).

Untuk memperkuat kerjasama itu, ia mendorong kepada jajarannya di tingkat kabupaten/kota guna mengerahkan semua penyuluh agama yang ada di kantor-kantor urusan agama.

Menurutnya pembelakan pendidikan agama sangat penting untuk mereduksi tindak kejahatan yang kerap muncul di dalam lapas.

“Contohnya napi yang perilakunya kurang baik, nanti bisa jadi lebih baik lagi. Yang tadinya persepsinya kurang bagus, ke depan jadi lebih sadar lagi,” akunya.

Saat ini Kemenag memiliki sekitar 5.000 penyuluh agama di Jawa Tengah. Jumlah itu, kata Ibnu mampu mengcover keberadaan narapidana yang ada di semua lapas.

Meski selama ini terdapat proses pembinaan lapas, namun ia berdalih kegiatannya belum terukur. Banyak narapidana yang ikut pembinaan tanpa melalui kegiatan secara spesifik

“Jika dulu tidak pernah diprogramkan, maka kali ini kita programkan, ada bimbingan agamanya. Sehingga diharapkan bisa terukur tingkat keberhasilannya,”.

Sedangkan Menag Lukman Hakim Saifuddin menyambut baik penguatan pendidikan keagamaan di dalam penjara.

Dengan pola pembekalan seperti itu, ia optimistis para narapidana bisa memiliki pengetahuan yang baik di bidang agama. “Agar keberadaan mereka berguna dan bisa mendalami nilai-nilai agama yang dianut,” kata Lukman. (far)

You might also like

Comments are closed.