Teknologi Fasma Fhusion Mampu Ubah Air jadi Bahan Bakar

METROSEMARANG.COM – Penemuan di bidang teknologi yang memudahkan hidup manusia sudah banyak. Namun penemuan baru di bidang energi perminyakan mungkin belum banyak. Salah satunya seperti teknologi fasma fhusion yang diklaim mampu mengubah air menjadi bahan bakar minyak.

Bambang Sutrisno bersama teknologi fasma fhusion yang mampu ubah air jadi bahan bakar.

Menurut Staf PT SBL Semarang, Bambang Sutrisno, teknologi asal Jepang itu telah diperkenalkan kepada jajaran Pemkot Semarang pada Selasa (13/6). Alat fasma fhusion ini mampu mengubah air menjadi bahan bakar minyak. ”Bahannya cukup 30% BBM dicampur air 70 persen, hasilnya 100% BBM,” katanya, Rabu (14/6).

Dia menjelaskan, alat ini bisa mengubah segala jenis bahan bakar minyak mulai dari solar, premium, minyak bakar dan lain sebagainya. Jika menginginkan solar, maka solar 30% dicampur air 70%, setelah diproses melalui teknologi fasma fhusion ini maka hasilnya 100% solar. Demikian juga jika menginginkan premium atau yang lainnya.

Mantan anggota DPRD Kota Semarang ini menegaskan sengaja mempresentasikan ke jajaran pemkot agar bisa menggunakan alat ini. Hal ini didasari kebutuhan bahan bakar solar saja, tiap tahun pemkot menganggarkan Rp 16 miliar. ”Jika menggunakan alat ini tentu akan ada penghematan,” ujar Bambang Sutrisno.

Mengenai kualitas bahan bakar yang dihasilkan fasma fhusion ini, Bambang menyatakan, tidak masalah alias kualitasnya sama dengan bahan bakar asli. ”Ïni kan teknologi kloning, jadi hasilnya sama persis dengan bahan bakar yang kita inginkan,” katanya.

Dengan demikian pemkot tidak perlu khawatir kalau BBM hasil fusi ini akan merusak mesin pompa dan lain sebagainya. Mengenai kapasitasnya, menurut Bambang alat seharga Rp 39 miliar ini memiliki kapasitas 12 ribu ton per hari.

”Dengan harga segitu nanti kita yang akan memasang instalasi sekaligus menyetelnya hingga benar-benar berfungsi, pembeli cukup menyediakan lahan 5 kali 10 meter saja,” tegasnya.

Meski terbilang baru, namun menurut Bambang sudah banyak pemerintah daerah yang sudah memesan alat ini. Antara lain Pemprov Bali, Pemprov Kaltim dan lain sebagainya. Tidak hanya itu saja sejumlah pabrik besar juga memesan dalam upaya menghemat konsumsi BBM. (duh)

You might also like

Comments are closed.