Teleskop Modifikasi Karya Muhtam Dikeroyok Pemburu Gerhana di MAJT

METROSEMARANG.COM – Meski berada di luar jalur yang dilintasi gerhana matahari total, tak menyurutkan antusiasme warga Kota Semarang dan sekitarnya untuk menyaksikan fenomena langka ini. Sejak Rabu (9/3) pagi, ribuan orang berbondong-bondong menuju Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang menjadi venue nonton bareng gerhana matahari.

Panitia kegiatan nonton bareng gerhana menyiapkan tiga teleskop berukuran besar. Selebihnya masyarakat bisa membeli kacamata anti radiasi yang disediakan panitia.

Teropong Muhtam digilir warga yang ingin menyaksikan gerhana matahari di MAJT. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Teropong Muhtam digilir warga yang ingin menyaksikan gerhana matahari di MAJT. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Namun berbeda bagi Muhtam (19). Meski sudah membeli kacamata anti radiasi, dia juga membawa sendiri teleskop kecil berukuran 360×50 mm. Teleskop tersebut sengaja ia beli secara online seharga Rp 500 ribu. Bersama kedua teman sekelasnya, Syafi’I dan Luluk, dia sudah stanby di pelataran MAJT sejak pukul 06.00.

Sesampai di MAJT, Muhtam terlihat sibuk mengatur arah teleskop tepat mengarah ke sumber cahaya matahari. Karena teleskopnya tingkat keamanannya masih standar, dia pun mengaku tak berani mengintip langsung gerhana memakai alat tersebut.

Untuk menyiasatinya, dia menggunakan teknik lain dan bisa disaksikan secara ramai-ramai. Dia memakai selembar kertas untuk menangkap pantulan sinar matahari melalui teleskopnya.

“Lensa filternya saya balik, jadi cahaya matahari masuk ke dalam teleskop, selanjutnya nanti saya pantulkan ke luar. Saya memakai kertas untuk melihat gerhananya,” kata mahasiswa UIN Walisongo Jurusan Bahasa Arab itu.

Berkat cara itu, banyak orang berkerumun melihat gerhana yang ia pamerkan. Dari anak-anak hingga orang dewasa bergantian menonton gerhana di selembar kertas yang ia pegang. Sesekali orang-orang bertanya kepadanya tentang cara yang ia pakai. Muhtam pun dengan cekatan menjelaskan cara kerja alatnya kepada satu persatu orang yang bertanya.

“Antusiasme masyarakat luar biasa, kemarin saat gerhana bulan itu sepi, namun kali ini sangat beda, pengunjung hampir penuh,” kata mahasiswa semester 2 asal Pati ini.

Selain MAJT, sejumlah tempat dipadati warga Semarang untuk menyaksikan gerhana matahari sebagian. Di antaranya, Lapangan Simpang Lima, kawasan Bukit Gombel dan TPA Jatibarang. (din)

You might also like

Comments are closed.