Telisik WiFi ‘ISIS Tembalang’, Polisi Periksa 8 Saksi

Lokasi yang diduga menjadi awal munculnya 'WiFi Tembalang'. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Lokasi yang diduga menjadi awal munculnya ‘WiFi Tembalang’. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

METROSEMARANG.COM – Penyidik Polsek Banyumanik Semarang memeriksa delapan orang yang tinggal di rumah indekost Jalan Tusam Timur Kelurahan Pedalangan, untuk mengungkap pemilik jaringan nirkabel berbau radikal berkode ‘ISIS Tembalang’. Pemeriksaan kedelapan saksi tersebut dilakukan sejak Selasa (1/3) malam kemarin hingga pagi tadi.

“Mereka baru berstatus saksi yang kami mintai keterangan soal merebaknya jaringan nirkabel berbau radikalisme di Jalan Tusam Timur,” ungkap Kapolsek Banyumanik, Kompol Kristanto, saat dihubungi metrosemarang.com, Rabu (2/3).

Lebih lanjut, ia menyatakan hasil pemeriksaan saksi-saksi hingga saat ini terus didalami. Polisi, katanya, belum menaikkan status para saksi karena posisi mereka hanya sebagai penghuni indekost.

“Semua kita mintai keterangan tadi malam dan mereka ngakunya tidak tahu WiFi milik siapa dan sumbernya itu dari siapa. Alasannya, karena mereka hanya menempati kos tersebut,” kata Kristanto.

Soal keberadaan rumah kos di RT 01/RW I yang ditenggarai jadi sumber munculnya WiFi berkode ‘ISIS Tembalang’, ia mengaku sejauh ini masih dijaga oleh petugasnya. “Tetap diamankan tapi belum dipasangi police line (garis polisi),” ujar Kristanto.

Ia menyatakan, penyelidikan lebih mendalam masih terus dilakukan petugasnya di lokasi kejadian. Sementara ini masih dicari pemilik WiFi radikal itu. “Karena kemunculan WiFi itu telah meresahkan masyarakat maka kita turun tangan untuk mengamankan situasi lingkungan setempat,” tuturnya.

Sedangkan berdasarkan informasi yang terhimpun di lapangan, kedelapan saksi yang baru saja diperiksa oleh polisi punya latar belakang yang beragam.

Ada yang bekerja sebagai pegawai bank asing, wiraswasta sekaligus pemilik indekost, konsultan, mahasiswa perguruan tinggi tersohor di Semarang, pegawai minuman serta karyawan swasta.

Saat polisi menelisik di dalam kantor perusahaan leasing yang mengontrak di dalam rumah indekost tersebut, ditemukan mesin pemancar sinyal WiFi yang diduga memancarkan WiFi dengan tiga kode berbau radikal masing-masing, ‘Kami Tidak Takut Polisi, Tempat Perakitan Bom SMG, ISIS Tembalang’.

“Tapi kami belum menemukan unsur pidana dan pemeriksaan difokuskan pada pemilik rumah dan karyawan leasing,” tambah Kristanto.

Warga Banyumanik Semarang, Selasa (1/3) sore, digemparkan beredarnya jaringan Wifi berkode ‘ISIS Tembalang’. Tak ayal, temuan ini menjadi perbincangan hangat di kalangan warga setempat. Penemuan jaringan Wifi ‘ISIS Tembalang’ ini pertama kali dilaporkan warga yang sedang mengakses jaringan internet gratis di Jalan Tusam Timur, atau tepatnya depan toko modern Alfamart. (far)

You might also like

Comments are closed.