Telkomsel, Kunci Utama Karimunjawa Akses Dunia Luar

AGUSTUS 2017 menjadi salah satu bulan tersibuk bagi Jamaludin, pria 35 tahun yang berprofesi sebagai pemandu wisata Kepulauan Karimunjawa. Jamal mendadak kebanjiran order untuk mengawal turis lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke salah satu destinasi unggulan Jawa Tengah itu.

Seorang Wisatawan mengakses media sosial di Pelabuhan Kecil Karimunjawa. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

Membeludaknya pesanan tersebut, tak lama setelah operator telekomunikasi raksasa Indonesia, Telkomsel, kembali menancapkan ‘jangkarnya’ di Kepulauan Karimunjawa.

Tak tanggung-tanggung, tiga unit Base Transceiver Station (BTS), beserta jaringan kuat 4G LTE dibangun di posisi strategis Karimunjawa, Telkomsel pun kembali membawa angin segar bagi sektor pariwisata di surganya Pulau Jawa itu.

“Biasanya tidak seramai ini. Mungkin karena sekarang bisa langsung unggah di media sosial langsung dari lokasi wisata,” kata Jamal kepada metrosemarang.com saat berkunjung ke Karimunjawa, Sabtu (19/8).

Jamal yang merupakan penduduk asli Karimunjawa pun menceritakan bagaimana Telkomsel benar-benar mengubah Karimunjawa. Sebagai sarana telekomunikasi utama, Telkomsel menjadi kunci Karimunjawa untuk akses dan membuka diri ke dunia luar.

Telkomsel disebutnya sangat menunjang sektor pariwisata maupun perekonomian Karimunjawa. Sejak masuk dan membawa konektivitas internet pada 2009 lalu, indahnya Karimunjawa dengan cepat terangkat dan menarik wisatawan.

Karimunjawa pun menjelma sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah. Perlahan tapi pasti, wisatawan semakin bertambah dan mulai berdatangan, terlebih saat musim liburan tiba.

“Dulu apa warga ada yang tau Facebook, ada yang tau Instagram, sekarang semua tau. Ini yang menunjang. Hampir 90 persen di sini pakai Telkomsel,” beber Jamal.

Seiring dengan mulai meningkatnya wisatawan, perekonomian masyarakat Karimunjawa pun turut terangkat. Hotel-hotel bermunculan, tempat makan, toko souvenir yang dikelola oleh warga sendiri. Tentu hal ini juga menjadi poin positif bagi pemerintah daerah untuk berperan aktif membimbing masyarakat Karimunjawa.

GM ICT Operation Region Jateng and DIY Telkomsel, Iswandi mengungkapkan, membangun jaringan berkualitas di Karimunjawa merupakan komitmen Telkomsel menyatukan Indonesia melalui hadirnya layanan telekomunikasi.

“Hadirnya 4G LTE di Karimunjawa ini sebagai bukti dan bakti dari konsistensi pembangunan jaringan broadband agar dapat dinikmati oleh masyarakat serta para wisatawan,” tutur Iswandi.

Dijelaskannya, BTS di Karimunjawa memiliki teknologi transmisi radio yang dilengkapi dengan teknologi power supply melalui solar panel system. Dengan demikian kebutuhan listrik tiap BTS bisa teratasi. Layanan Tekomsel 4G LTE di Karimunjawa berada di frekuensi 1800 MHz menggunakan pita selebar 10 MHz. Kecepatannya tidak bisa dianggap enteng, yakni mencapai 75 Mbps.

Snorkeling Sambil Live Instagram

Kekuatan sinyal 4G Telkomsel hampir bisa dirasakan menyeluruh ke penjuru Kepulauan Karimun. Bahkan, di lokasi snorkeling yang terletak di sekitar Pulau Menjangan kecil, sinyal Telkomsel masih sanggup untuk mengakses media sosial, tak terkecuali Instagram.

Live Instagram di lokasi Snorkeling di Pulau Menjangan Kecil, Karimunjawa. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

Salah satu wisatawan lokal, Adityo Dwi bahkan sempat menguji kekuatan sinyal tersebut dengan melakukan Live Instagram di lokasi Snorkeling. Live pun berjalan normal tanpa adanya kendala yang berarti. ” Wah, bisa live Instagram, asyik,” seru Adit sembari mengambil gambar rekan-rekannya.

Selain Pulau Menjangan Kecil, sinyal kuat Telkomsel juga masih bisa dirasakan di sejumlah pulau lain. Diantaranya, Pulau Menjangan Besar, Pulau Cemara Besar, Cemara Kecil, hingga Pulau Baleang. Kini para wisatawan pun tak perlu khawatir kehilangan sinyal saat bepergian di Karimunjawa.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Urip Sihabudin sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Telkomsel untuk Karimunjawa. Menurutnya, Telkomsel sudah membantu pemerintah untuk memenuhi salah satu kebutuhan pokok di lokasi pariwisata.

Dikatakan Urip, masalah jaringan telekomunikasi merupakan masalah yang sering dilaporkan wisatawan, terlebih saat mengunjungi lokasi wisata di kawasan pelosok. “Dengan demikian, promosi dan publikasi Karimunjawa menjadi tertunjang. Apalagi di era sosial media ini, informasi akan lebih cepat dipublikasikan secara langsung jika ada jaringan internet,” pungkas Urip. (ilyas aditya)

You might also like

Comments are closed.