Tempat Relokasi Mlatiharjo Lebih Kecil, PKL Barito Wadul ke Dewan

METROSEMARANG – Pedagang Kaki Lima (PKL) Barito di Mlatiharjo Kecamatan Semarang Timur mengadukan nasibnya ke Komisi B DPRD Kota Semarang karena mau direlokasi dari bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT). Mereka menyatakan menolak direlokasi karena menilai tempat relokasinya di Pasar Klitikan Penggaron tidak memadai.

relokasi PKL barito
Perwakilan PKL Barito do Mlatiharjo saat mengadu di Komisi B DPRD Kota Semarang, Selasa (16/4). (foto: metrosemarang.com/Masrukhin Abduh)

 

Para perwakilan PKL itu meminta dewan membantu memperjuangkan permintaannya kepada Pemerintah Kota Semarang. Ada tiga opsi atau alternatif yang ditawarkan pedagang kepada pemerintah kota khususnya Dinas Perdagangan Kota Semarang.

Sri Harjono, salah satu perwakilan PKL mengatakan, pertama pedagang mau direlokasi dengan catatan asalkan tempatnya sudah siap dan layak untuk bekerja. Selain itu nyaman dan aman untuk menaruh barang dagangan apabila ditinggal pulang.

‘’Kalau tidak bisa minta opsi kedua, yaitu pedagang tidak dipindah dan tetap di Barito tetapi tempatnya direvitalisasi sesuai ketersediaan lahan di Barito, misalnya bagian belakang dikurangi ukurannya,’’ katanya, Selasa (17/4).

Jika kedua opsi tersebut tetap tidak bisa, maka dia mengatakan pedagang menginginkan agar pemerintah memberikan ganti untung sehingga pedagang akan siap pindah. Permintaan ganti untung karena pedagang merasa selama ini tinggal di Barito selalu membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Bahkan tahun ini pun masih menerima Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPPT) PBB.

‘’Para pedagang sudah diperlihatkan tempat relokasinya di Penggaron. Tempatnya masih los-losan belum ada apa-apanya dan lebih kecil daripada di Barito,’’ tegas Sri Harjono, pemilik bengkel vespa di Barito yang memiliki kios ukuran 10×3 meter.

PKL Barito di Mlatiharjo yang belum bersedia pindah ke Pasar Klitikan di Penggaron sendiri jumlahnya tercata ada sebanyak 137 pedagang. Sebagian sudah bersedia pindah dan bahkan sudah menempati relokasi di Pasar Klitikan. (duh)

You might also like

Comments are closed.