Tempat Relokasi Siap, Pedagang Yaik Baru dan Permai Direlokasi Maret

METROSEMARANG.COM – Dua proyek pembangunan pasar yang dibiayai oleh APBD Kota Semarang tahun anggaran 2017 ternyata tidak mampu selesai sesuai rencana 100%. Namun hasil pembangunan tersebut diklaim tidak berpengaruh pada tahapan selanjutnya yaitu memasukkan kembali pedagang ke dalam pasar baru.

Groundbreaking Pasar Johar Baru. Foto: metrosemarang.com/dok

Hal itu diakui oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang bahwa kedua pasar tersebut tidak selesai seluruhnya hingga batas akhir waktu kontrak. Yaitu pembangunan Pasar Waru dengan nilai kontrak sekitar Rp15 miliar yang hanya selesai 98,5%.

‘’Terus pembangunan Relokasi Pasar Johar (tahap II) di komplek Masjid Agung Jawa Tengah dengan nilai kontrak sekitar Rp16 miliar yang berakhir 21 Desember 2017  selesai 96%,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, Selasa (16/1).

Fajar menuturkan, proyek pembangunan pasar yang tidak selesai sampai 100% tersebut dinilai masih wajar. Karena meskipun tidak selesai sempurna namun hasil pembangunan pasar sudah dapat digunakan atau difungsikan sesuai tujuannya.

Dia mengatakan, baik Pasar Waru maupun Relokasi Pasar Johar sudah dapat digunakan berdagang para pedagang sesuai rencana waktu yang sudah ditentukan. Bahkan Pasar Waru saat ini sudah dipakai lagi para pedagang korban kebakaran yang sebelumnya berada di penampungan.

‘’Sedangkan Relokasi Pasar Johar akan segera ditempati oleh pedagang Pasar Yaik Baru, Yaik Permai, dan pedagang pancaan Pasar Kanjengan. Sosialisasi relokasi akan kami lakukan hari ini, sebab Maret mereka harus sudah pindah,’’ pungkas Fajar. (duh)

You might also like

Comments are closed.