Temuan Janin di Sampangan, Polisi Periksa Penghuni Kos

METROSEMARANG.COM – Polisi belum menemukan titik terang terkait penemuan janin yang dikubur di sebuah lahan kosong di Jalan Menoreh IV A, Sampangan, Gajahmungkur, Rabu (23/3). Namun demikian, petugas telah meminta keterangan sejumlah penghuni kos putri yang berada tak jauh dari lokasi.

Setelah mendapat laporan dari warga, petugas Polsek Gajahmungkur dan Inafis Polrestabes Semarang langsung menindaklanjuti dengan pembongkaran gundukan tanah yang berada di tanah kapling milik Rum Haryono (61). Polisi menemukan bungkusan kain putih.

Polisi mendatangi kos-kosan yang berada tak jauh dari lokasi penemuan janin di Menoreh Utara IV Sampangan. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Polisi mendatangi kos-kosan yang berada tak jauh dari lokasi penemuan janin di Menoreh Utara IV Sampangan. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Saat dibuka, di balik kain tersebut terdapat bayi perempuan yang sudah lepas tali pusarnya. “Ini perempuan, kira-kira berusia 7-8 bulan dalam kandungan,” jelas seorang petugas Inafis Polrestabes Semarang.

Petugas kemudian melakukan pengembangan dari informasi warga dan mendatangi rumah kos putri yang berada sekitar 5 meter dari temuan mayat bayi tersebut. Di salah satu kamar ditemukan bekas darah, namun penghuninya tidak ada di tempat.

“Beberapa hari ini kosong, dia ke Bali ada kegiatan kampus,” ungkap penghuni kos lain yang enggan disebut namanya. Hingga saat ini petugas masih melakukan penelusuran terkait temuan itu.

Diberitakan sebelumnya, warga Jalan Menoreh IV A, Sampangan, Gajahmungkur digegerkan dengan temuan mayat bayi yang dikuburkan di tanah kapling milik Rum Haryono (61), Rabu (23/3) sekitar pukul 05.00.

Temuan itu diketahui setelah Ny Rustamaji (53), warga yang tinggal di depan lahan kosong tersebut, melihat pasangan muda melakukan aktivitas seperti menggali tanah. Dia yang aktivitas itu kemudian melaporkan kepada pemilik tanah kapling tersebut.

Rum Haryono yang mendapat laporan tersebut bergegas mendatangi lokasi untuk mengetahui apa yang terjadi. Saat tiba di lahan miliknya. Curiga dengan bekas galian tanah di lahan miliknya itu. “Kayanya ada apa-apa, tapi saya tidak berani bongkar,” ungkap Rum Haryono. (MS-02)

You might also like

Comments are closed.