Temukan Makanan Kadaluarsa, Dinas Perdagangan Perketat Pengawasan di Pasar Tradisional

METROSEMARANG.COM – Jelang puasa, Dinas Perdagangan Kota Semarang mengintensifkan pengawasan terhadap makanan dan minuman yang beredar di pasar-pasar tradisional. Hasilnya sejumlah makanan dan minuman kemasan yang sudah kedaluarsa dan kemasannya rusak berhasil disita.

Sejumlah makanan kadaluarsa yang disita petugas Dinas Perdagangan. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Sejumlah makanan dan minuman yang tidak layak konsumsi tersebut ditemukan oleh petugas Dinas Perdagangan Kota Semarang saat melakukan pengawasan di Pasar Karangayu, belum lama ini. Sejumlah makanan dan minuman tersebut di antaranya ada susu, sarden, kecap, madu, dan bumbu jadi atau instan.

Semuanya tidak layak konsumsi karena kemasannya sudah dalam kondisi rusak dan sebagian lagi telah lewat batas kedaluarsanya tiga sampai lima bulan,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto di kantornya, Senin (8/5).

Oleh petugas makanan dan minuman yang tidak layak konsumsi tersebut lantas disita semuanya untuk diamankan. Sebab oleh pedagangnya masih tetap didisplay untuk dijual. Sementara penjualnya oleh petugas diberikan peringatan keras supaya tidak menjual barang-barang yang tidak layak konsumsi lagi.

Fajar Purwoto memastikan, dengan temuan ini pihaknya akan segera menggelar pengawasan yang lebih ketat terhadap peredaran barang-barang di pasar tradisional lainnya. Supaya kejadian serupa tidak terulang. Pihaknya juga menyiapkan sanksi berat berupa pencabutan izin dasaran untuk pedagang yang terbukti mengulangi lagi menjual barang tidak layak konsumsi.

”Kami ingin memastikan pada saat masyarakat membutuhkan barang dapat memperoleh yang kondisinya baik. Kami mengajak kepada para pedang untuk menjual barang yang normal-normal saja, kalau sudah kedaluarsa langsung singkirkan,” katanya.

Fajar juga mengimbau supaya masyarakat meneliti dulu barang yang akan dibelinya dan menanyakan kelayakan konsumsinya. Ini supaya masyarakat tidak menjadi korban dari transkasi makanan dan minuman yang bisa menyebabkan sakit tersebut.

”Dengan temuan ini, kami pastikan akan terus menggelar pengawasan di pasar-pasar tradisional,” tegasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.