Terancam Punah, 95 Kepiting Bakau Dilepasliarkan di Pantai Mangunharjo

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 95 kepiting bakau dilepasliarkan di bibir Pantai Mangunharjo Semarang untuk mencegah kepunahan pada ekosistem laut tersebut.

Kepiting Bakau mulai terancam punah. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Pelepasliaran kepiting bakau dilakukan petugas gabungan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) pada Kamis (25/1) pukul 17.00 WIB sore.

Kepala BKPIM Yogyakarta, Suprayogi mengatakan kepiting bakau sebanyak itu semula milik seorang supliyer makanan seafood asal Kalimantan.

Namun, ketika hendak dikirim ke Solo melalui jalur kargo Bandara Internasional Adi Sucipto, petugas mendapati adanya pelanggaran dalam proses pengiriman biota laut tersebut.

“Sekitar 200 ekor yang dikirim terdapat 94 ekor di antaranya yang bobotnya dibawah 200 gram. Tentunya ini melanggar aturan yang tertuang dalam Permen KP Nomor 56 Tahun 2016 tentang larangan penangkapan lobster dan kepiting,” ungkapnya, di sela pelepasliaran kepiting bakau.

Menindaklanjuti aturan tersebut, pihaknya lalu berupaya menyita 94 kepiting bakau. Setelah berkoordinasi dengan petugas BKIPM di Semarang, ia memutuskan melepasliarkan kepiting bakau ke Pantai Mangunharjo.

“Karena kondisi mangrove-nya cukup baik untuk pengembangbiakan biota laut, maka kami akhirnya melepasliarkan 94 kepiting di Mangunharjo,” kata Suprayogi.

Sementara itu, Kepala BKIPM Jawa Tengah, R Gatot Perdana menyebut aktivitas pelepasliaran kepiting bakau dapat dimanfaatkan untuk memperluas pengembangan biota laut di garis pantai Semarang.

Menurutnya mangrove menjadi sumber makanan yang ideal bagi kepiting sehingga proses tersebut bisa berdampak cukup baik bagi lingkungan sekitar.

“Mudah-mudahan bisa meningkatkan kelestarian sumber daya hayati. Kami menegaskan kepiting yang boleh diperjualbelikan diatas bobot 200 gram,” terangnya.

Ia mengatakan bakal bekerjasama dengan Polair setempat untuk memperketat pengawasan pelestarian kepiting. Biar tetap lestari dan tidak punah,” tuturnya. (far)

You might also like

Comments are closed.