Terapkan e-Bayar, 30 PKL di Semarang jadi Pilot Project Transaksi Online

METROSEMARANG.COM – Transaksi online atau cashless antara pedagang dan pembeli mulai dicoba oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang. Sebagai percontohan diterapkan pada 30 PKL yang berada di kawasan Simpang Lima dan Taman KB.

PKL Simpang Lima sedang mendaftar pembukaan rekening untuk bisa menerapkan e-Bayar di Kantor Dinas Perdagangan, Jumat (6/10). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Terobosan ini sekaligus untuk mendukung program Pemerintah Pusat yang sedang gencar mensosialisasikan kepada masyarakat tentang transaksi non tunai, yang dinilai lebih aman. Jumat (6/10) siang, puluhan PKL di kawasan Simpang Lima mulai terlihat mendatangi kantor Dinas Perdagangan untuk membuka rekening bank, sebagai salah satu syarat dapat melakukan transaksi secara elektronik.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto menjelaskan, kegiatan ini merupakan trobosan dengan nama e-Bayar atau pembayaraan secara elektronik, dengan menggunakan mesin EDC atau alat pembayaran non tunai.

“Kami akan terapkan di PKL Simpang Lima, Taman KB dan Matahari sebagai proyek percontohan. Pemilihan PKL tersebut lantaran sudah menjadi ikon kuliner di Kota Semarang yang menjadi tujuan wisatawan,” kata Fajar.

Tahap awal PKL yang ditargetkan memasang sistem non tunai 30 PKL, karena persyaratan lainnya dalam penerapan sistem ini harus memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

“Kami akan bantu pengurusan ke Kantor Pajak. Saat ini tidak semua PKL punya ATM, kami siapkan saja yang mau. Saat ini perkembangan teknologi luar biasa, mungkin 5-6 tahun lagi warga Semarang tidak  bawa uang cash,” katanya.

Sementara itu Ketua Paguyuban PKL Simpang Lima Mardi, menyambut baik dengan adanya pembayaran non tunai yang dicanangkan Dinas Perdaganga. Diakui ini lebih aman dan terhindar dari peredaran uang palsu.

“Pembeli di PKL Simpang Lima tidak hanya dari warga Semarang, bahkan kebanyakan dari pelancong luar kota, sehingga banyak yang menanyakan pembayaran non tunai,” ujarnya.

Diakui, ada beberapa pedagang yang tidak setuju dengan sistem pembayaran secara elektronik ini. Namun hal itu dianggap wajar sesuai keinginan masing-masing.

Dalam sistem e-Bayar sendiri, Dinas Perdagangan menggandeng Bank Negara Indonesia (BNI), sekaligus memfasilitasi Mesin EDC atau alat pembayaran non tunai yang dipasang di area Simpang Lima, yang akan berfungsi untuk kartu kredit debit dan tap cash. (duh)

You might also like

Comments are closed.