Terapkan e-Katalog Lokal, Semarang Jadi Role Model Percepatan Pembangunan

METROSEMARANG.COM – Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) bekerjasama dengan Millenium Challenge Account Indonesia (MCAI), menggelar Simposium Modernisasi Sistem Pengadaan Indonesia. Kegiatan yang dihadiri oleh ribuan peserta yang merupakan perwakilan pemerintah daerah, kementrian, dan lembaga di Indonesia itu diselenggarakan di Hotel Tentrem, Yogyakarta.

Wali Kota Hendrar Prihadi memberi pemaparan dalam Simposium Modernisasi Sistem Pengadaan Indonesia di Hotel Tentrem Yogyakarta. Foto: istimewa

Dalam rilis Humas Pemkot Semarang, pada simposium tersebut Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menjadi salah satu narasumber yang diminta untuk menjadi contoh daerah yang melakukan percepatan pembangunan dengam sistem elektronik katalog lokal.

“Sebelum menerapkan katalog lokal, jalan rusak yang dilaporkan melalui sistem pelaporan Lapor Hendi kami perbaiki dalam waktu paling cepat satu bulan,” jelas wali kota yang biasa disapa Hendi tersebut.

“Setelah menerapkan katalog lokal, jalan rusak yang dilaporkan bisa kami perbaiki dalam waktu dua hari,” imbuhnya.

Dalam paparannya, Hendi menjelaskan jika proses perbaikan jalan cukup lama sebelum penerapan sistem E-Katalog Lokal. Hal tersebut karena regulasi dalam pengadaan yang lama dan cukup rumit.

“Sedangkan dengan sistem E-Katalog lokal ini, sistemnya seperti online shop, jadi kita tinggal membeli dari penyedia yang sudah ditunjuk dari awal, jadi tidak perlu melakukam proses pengadaan yang rumit berulang-ulang,” papar Hendi.

Sarah Sadiqa, Deputi Bidang Monitoring Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi LKPP mengatakan jika sistem seperti E-Katalog lokal tersebut hanya dapat berjalan jika kepala daerahnya inovatif. “IT hanyalah tools, dan tools tidak berguna jika tidak punya kepala daerah seperti ini”, tutur Sarah. “Sistem sebagus apapun, kalau kepala daerah tidak punya inovasi, lupakan,” tambahnya.

Sarah mengaskan dengan sistem E-Katalog tersebut l pemerintah dimudahkan membeli barang rutin kapan saja. “Untuk daerah yang ingin juga menerapkan sistem E-Katalog lokal seperti ini, silakan mencontoh yang sudah ada,” imbau Sarah. (duh)

You might also like

Comments are closed.