Terapkan E-Parking, Pendapatan Pajak Parkir Ditarget Naik Rp 1 Miiliar

METROSEMARANG.COM – Upaya meningkatan pendapatan pajak parkir terus dilakukan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang. Salah satunya dengan meluncurkan sistem parkir elektronik (E-Parking) khususnya pada objek pajak parkir khusus atau off street.

Ilustrasi
Foto: metrosemarang.com/dok

Peluncuran E-Parking dilakukan oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di balai kota sekaligus dengan peluncuran pembayaran PBB secara elektronik (E-PBB), Rabu (17/5). Pelaksanaan sistem E-Parking ini bekerjasama dengan sebuah perbankan daerah yaitu Bank Jateng.

”Dengan E-Parking, ketika seseorang masuk ke parkir khusus akan terpantau langsung oleh pemkot berapa yang dibayar, sehingga akan bisa menekan hal-hal yang tidak kita kehendaki,” kata Kepala Bapenda Kota Semarang, Yudi Mardiana, usai peluncuran E-Parking dan E-PBB.

Kepala Bidang Pajak Bapenda Kota Semarang, Agus Wuryanto menambahkan, E-Parking ini baru diprioritaskan diterapkan pada objek-objek pajak parkir off street yang besar. Ada 20 objek pajak parkir besar yang menerapkan di antaranya seperti Ciputra, Paragon, DP Mall, Stasiun Tawang dan Poncol serta lainnya.

Sebanyak 20 objek pajak parkir off street besar tersebut terdiri dari 66 titik parkir karena satu objek pajak ada yang memiliki beberapa titik parkir. Seperti Paragon memiliki 13 titik parkir, DP Mall 4 titik parkir dan Ciputra ada 6 titik parkir.

”20 objek pajak ini menjadi pioner penerapan E-Parking, selanjutnya juga akan menyusul di objek-objek pajak lainnya baik yang besar maupun yang kecil-kecil. Sebab E-Parking peraturan yang harus ditaati,” terangnya.

Untuk objek pajak parkir besar off street sendiri di Kota Semarang, tercatat ada sebanyak 78 objek pajak dengan totol terdiri sekitar 400 titik parkir. Dengan penerapan E-Parking setiap masyarakat bisa melihat secara real time pergerakan pembayaran pajak yang masuk dari setiap titik parkir.

”Dengan sudah ada 20 objek pajak yang E-Parking, kita mentargetkan bisa meningkatkan pendapatan pajak parkir off street sekitar 50% atau sekitar Rp 1 miliar lebih di perubahan anggaran, dari target yang telah ditetapkan di anggaran murni Rp 13 miliar. Pajak parkir sendiri sebesar 20% dari pendapatan parkir,” pungkasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.