Terapkan Pola KTP, Jalingkut Kudus Rampung Agustus

METROSEMARANG.COM – Pembangunan Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) Kudus dipastikan akan rampung Agustus tahun ini. Menariknya, pembangunan jalan ini dibangun dengan pola konsolidasi tanah perkotaan (KTP).

Bupati Musthofa Wardoyo memantau penyelesaian Jalingkut Kudus. Foto: dok pemkab kudus

KTP adalah kerelaan warga melepaskan sebagian tanah miliknya untuk pembangunan jalan tanpa meminta ganti rugi uang. Pemkab memberikan kompensasi berupa fasilitas bukan uang tetapi berupa pengeringan tanah, gratis pembuatan sertifikat, dan izin mendirikan bangunan (IMB).

Dengan pola ini pemerintah bisa menghemat uang cukup besar. Masyarakat juga diuntungkan, karena harga jual tanah yang tersisa bisa naik lebih tinggi melebihi bila harus menerima ganti rugi uang.

Bupati Kudus, Musthofa Wardoyo menuturkan bahwa dengan mendorong dan meningkatkan partisipasi masyarakat, bukan hanya mengindari konflik tetapi juga menghemat anggaran negara.

Menurutnya, pola ini bisa menjadi role model dalam pembangunan secara nasional. Pembangunan infrastruktur yang sedang digalakkan sekarang ini di Indonesia tidak ada salahnya mencontoh Kudus.

Dengan pola ini, pembangunan Jalingkut  mampu menghemat biaya sebesar Rp0,5 triliun,” kata Bupati saat melihat penyelesaian jalingkut, Senin (31/7).

Jalan ini memiliki volume lahan seluas 12,6 Ha. Sedangkan, pembebasan lahan dengan sistem KTP seluas 12,3 Ha dan pembebasan dengan kompensasi ganti rugi seluas 0,3 Ha dengan biaya kurang lebih Rp5 miliar yang saat ini dalam tahap appraisal.

Dengan jumlah pemilik lahan sekitar 450 orang yang tiga diantaranya adalah dengan ganti rugi. Dengan rampungnya jalan ini perekonomian masyarakat semakin lancar.

“Targetnya pada Agustus tahun ini jalan ini sudah bisa digunakan,” lanjut Musthofa.

Ditambahkannya, Jalingkut melintas Mijen-Peganjaran Utara sepanjang 4,2 kilometer ini sangat penting untuk memecah kepadatan arus kendaraan dari arah Jepara ke Kudus.

Bukan hanya solusi kemacetan. Namun proyek ini memberikan keuntungan berbagai pihak. Terutama jalur transportasi untuk perekonomian masyarakat yang sangat memberikan manfaat besar.

Bupati menegaskan bahwa membangun infrastruktur tidak harus dengan biaya yang mahal. Untuk itu, sarana prasarana jalan yang menghubungkan kecamatan Kaliwungu, Gebog, dan Bae ini nantinya masyarakat harus ikut merawat dan menjaga dengan baik.

”Karena membangun ekonomi adalah diawali dari sarana prasarana (jalan) yang baik,” tegas Bupati yang juga kandidat doktor Undip ini. (metrojateng.com/MJ-23)

You might also like

Comments are closed.