Terapkan Smart City, Investasi di Semarang Naik 95 Persen

METROSEMARANG.COM – Penerapan konsep Smart City sejak 2013 untuk peningkatan pelayanan dan kesejahteraan publik, berhasil menempatkan Kota Semarang naik kelas. Baik dalam indeks persepsi korupsi maupun berhasil dalam membuat investasi di kota ini naik tajam.

Wali Kota Hendrar Prihadi berbagi pengalaman implementasi Smart City di Semarang. Foto: istimewa

Indeks persepsi korupsi Kota Semarang naik peringkat ke-3 di tahun 2015. Jauh melesat dari posisi awal di tahun 2010 berada pada peringkat ke-25. Sedangkan investasi yang diraih karena meningkatnya kepercayaan publik dan kepuasan masyarakat setelah pemkot serius menerapkan konsep smart city, meningkat hingga mencapai Rp 10.500 triliun.

”Hasilnya, investasi Kota Semarang pun melesat naik hingga mencapai angka Rp 10.500 trilun pada 2016, atau meningkat 95,45% dibanding tahun 2010 yang hanya mencapai Rp 357 miliar,” ungkap Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, dalam rilis Humas dan Protokol Setda Kota Semarang yang dikirim ke metrosemarang.com, Selasa (23/5).

Konsep smart yang diterapkan dalam berbagai sistem pelayanan online di Kota Semarang, meliputi konsep systemic (terhubung sistem), monitorable (dapat dipantau), accessible (mudah diakses), reliable (dapat dipercaya), serta time bound (batasan waktu).

”Konsep ini memberikan dampak positif dalam upaya perbaikan pelayanan publik di Kota Semarang. Selain itu, berbagai manfaat seperti kemudahan, ketepatan dan kepercayaan pun mulai dirasakan warga masyarakat termasuk para pelaku usaha,” tambahnya.

Keberhasilan menerakan smart city ini juga membuat Kota Semarang terpilih dan mendapat apresiasi dari Kemenkominfo, yakni menjadi 1 dari 25 kota/kabupaten se-Indonesia yang ditunjuk melakukan penandatanganan MoU pada Gerakan Menuju 100 Smart City pada Smart City Summit 2017 di Makasar, Senin (22/5).

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dalam kesempatan tersebut didaulat untuk berbagi pengalaman dalam pengimplementasian konsep smart city Kota Semarang, di hadapan para kepala daerah se-Indonesia, Selasa (23/5). (duh)

You might also like

Comments are closed.