Tercemar Limbah, Ratusan Hektar Sawah Terancam Gagal Panen

METROSEMARANG.COM – Sedikitnya 320 hektar lahan pertanian di Desa Karangrandu Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara terancam gagal panen. Pasalnya, Sungai Pecangaan yang menjadi sumber irigasi utama tercemar limbah.

Sungai Pecangaan berwarna hitam diduga tercemar limbah. Foto: metrojateng.com

Mantan Kepala Desa Karangrandu, Kholif Mukafi menuturkan bahwa Sungai Pecangaan sudah tidak murni lagi, setelah berubah warna dan berbau tak sedap. Padahal, selama ini sungai tersebut dijadikan irigasi petani setempat.

“Airnya bercampur limbah. Warnanya hitam dan bau,” ujarnya, Rabu (9/8).

Menurutnya,  Desa Karangrandu termasuk lumbung padi di Jepara. “Tapi kalau melihat kondisi sekarang, sangat memprihatinkan, bisa-bisa tidak dapat lagi memproduksi padi, ” paparnya.

Dia menambahkan, penyebab pencemaran sungai masih belum diketahui secara pasti. Namun, perubahan warna dan bau air sungai muncul setelah banyak berdiri pabrik modern di wilayah Pecangaan.

“Kami minta pemerintah mengkaji hal ini, supaya ada solusi yang tepat,” tukasnya.

Menurut Kafi, perubahan warna air sungai sudah terjadi sejak setahun. “Sudah satu tahun airnya berubah, tapi mulai parah seminggu terakhir,” imbuhnya.

Lebih memprihatinkan, sumur warga juga ikut terdampak oleh limbah. “Sampai saat ini, warga masih menggunakan air yang tercemar. Karena memang tidak ada sumber air lainnya,” papar dia.

Kafi bahkan menyebut, bukan hanya Desa Karangrandu yang terdampak dari pencemaran sungai. Desa lain diantaranya Desa Rengging, Pecangaan Wetan, Pecangaan Kulon, Gerdu, Kaliombo dan area persawahan Kecamatan Kalinyamatan. (metrojateng.com/MJ-23)

You might also like

Comments are closed.